Aceh Besar – Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas kontribusi para arsitek dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tsunami yang melanda Aceh.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, usai menghadiri jamuan makan malam (welcome dinner) bersama peserta International Conference on Natural and Human Disaster yang diselenggarakan oleh International Union of Architects di kawasan Lhoknga, Jumat (17/4/2026).
“Pemerintah dan masyarakat Aceh sangat mengapresiasi peran nyata para arsitek dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Berkat kontribusi tersebut, Aceh mampu bangkit dan berkembang lebih baik,” ujar Marlina yang akrab disapa Kak Na.
Ia menekankan, peran arsitek tidak berhenti pada fase rekonstruksi semata. Menurutnya, arsitek memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pembangunan masa kini, termasuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, ramah lingkungan, serta tangguh terhadap bencana.
“Ke depan, arsitek diharapkan mampu merumuskan konsep pembangunan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, futuristik, sekaligus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi bencana,” tambahnya.
Kak Na juga optimistis kehadiran arsitek dari berbagai negara Asia dalam konferensi tersebut dapat melahirkan gagasan inovatif terkait pembangunan yang relevan dengan kondisi global saat ini.
Diketahui, Indonesia tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah International Conference on Natural and Human Disaster, dengan Aceh sebagai lokasi penyelenggaraan.
Pemilihan Aceh dinilai sebagai bentuk penghormatan bagi para korban dan penyintas bencana, sekaligus sebagai ruang pembelajaran terkait peran arsitek dalam proses pemulihan pascabencana.
Pada kesempatan itu, Kak Na juga mengajak para peserta untuk turut mempromosikan potensi pariwisata Aceh, mulai dari keindahan alam, kuliner, hingga keramahan masyarakat.
“Pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pascatsunami. Kami berharap para peserta dapat menjadi duta yang memperkenalkan Aceh ke dunia internasional,” pungkasnya.
Konferensi internasional tersebut diikuti oleh arsitek dan mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 April 2026 di Hermes Palace Hotel.[]
