TANJAB TIMUR — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi, Dody Candra, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra dalam menangani anggota yang diduga bermasalah, yakni Bripda M. Iqbal, yang sempat viral di media sosial, Rabu (1/4/2026).
Dody menyampaikan bahwa langkah responsif tersebut menunjukkan komitmen pimpinan dalam menjaga marwah institusi kepolisian serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra menegaskan bahwa terkait viralnya anggota tersebut, Bripda M. Iqbal telah diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) melalui Unit Paminal Polres Tanjab Timur untuk dimintai keterangan atas dugaan keterlibatan dalam kasus yang melibatkan penggadaian tiga unit kendaraan, masing-masing mobil Xenia dan Carry pick up, bersama dua orang lainnya.
Selain itu, seorang pelaku bernama Hendriayanto yang diduga sebagai perental kendaraan disebut turut terlibat dalam aksi tersebut atas perintah Bripda M. Iqbal, dengan lokasi penggadaian berada di Bangko, Kabupaten Merangin.
“Kami akan melakukan penyelidikan dan monitoring terkait informasi yang beredar. Jika terbukti ada keterlibatan, akan kami proses dan tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku agar kejadian yang mencoreng nama baik Polri tidak terulang kembali,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menambahkan bahwa pembinaan terhadap personel terus dilakukan secara rutin melalui kegiatan Binrohtal sebagai upaya pencegahan pelanggaran di internal kepolisian.
Sementara itu, Ketua FRIC Jambi, Dody Candra, menegaskan pentingnya ketegasan pimpinan dalam menindak anggota yang melanggar aturan.
“Ketegasan ini harus menjadi contoh agar tidak mencoreng marwah institusi Polri. Langkah ini juga sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, FRIC akan terus berperan dalam mengawal citra Polri agar tetap terjaga dengan baik. “Bagi anggota yang merusak citra Polri perlu ditindak tegas, sehingga Polri tetap profesional dan presisi,” pungkasnya.[]
