Aceh Tamiang — Menteri Dalam Negeri kembali menerjunkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Praja yang diturunkan merupakan bagian dari gelombang ketiga penugasan, terdiri atas 731 praja pratama tingkat satu dan 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Mendagri juga memimpin langsung Apel Pembukaan Gelombang III Satuan Tugas IPDN dalam rangka pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.
Penugasan ini merupakan lanjutan dari dua gelombang sebelumnya yang telah lebih dulu dilaksanakan di wilayah tersebut.
Pada gelombang pertama, fokus penanganan difokuskan pada pembersihan kawasan perkantoran. Kemudian pada gelombang kedua, cakupan diperluas hingga ke lingkungan masyarakat.
Adapun pada gelombang ketiga ini, fokus diarahkan pada penanganan wilayah yang masih terdampak berat, khususnya akibat endapan lumpur.
Upaya tersebut meliputi pembersihan di permukiman warga, termasuk kawasan bersejarah Istana Benua Raja yang juga terdampak material lumpur.
Aceh Tamiang diketahui menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana cukup berat, terutama akibat banjir yang meninggalkan endapan lumpur dengan ketinggian mencapai beberapa meter. Kondisi ini memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Pelaksanaan tugas gelombang ketiga ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dengan target sejumlah dusun yang masih terdampak bencana.
Mendagri berpesan kepada seluruh praja agar meneladani keberhasilan penugasan sebelumnya dengan bekerja keras, tulus, serta menjaga kesehatan dan disiplin selama bertugas di lapangan.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas, Kemendagri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck guna mempercepat proses pembersihan.[]
