Jakarta — PT PLN (Persero) meraih 46 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Penghargaan tersebut terdiri atas 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau.
Rinciannya, PLN Indonesia Power menyumbang 7 PROPER Emas dan 22 PROPER Hijau, PLN Nusantara Power meraih 4 PROPER Emas dan 12 PROPER Hijau, serta PLN Holding memperoleh 1 PROPER Hijau.
PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi bagi perusahaan yang dinilai tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga unggul dalam inovasi sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Adapun PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang melampaui standar kepatuhan melalui penerapan sistem manajemen lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan capaian ini menjadi pengakuan atas transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis.
“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat transisi energi menuju target net zero emission 2060 atau lebih cepat,” ujar Darmawan.
Penghargaan juga diberikan kepada Darmawan sebagai “Green Leadership PROPER” atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi menuju perusahaan utilitas berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut PROPER bukan sekadar penghargaan, melainkan indikator kinerja perusahaan dalam menjaga lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi agar capaian tersebut menjadi standar operasional ke depan.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH Rasio Ridho Sani mengatakan jumlah peserta PROPER 2025 mencapai 5.476 perusahaan atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, PLN mencatat peningkatan kinerja dekarbonisasi. Realisasi penurunan emisi gas rumah kaca meningkat dari 12,9 juta ton CO₂ pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO₂ pada 2025.
Capaian tersebut didorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt, penerapan co-firing biomassa di 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), penggunaan teknologi rendah emisi, serta ekspansi pembangkit berbasis gas.
PLN menyatakan transformasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan, guna menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan terjangkau.
Adapun 11 unit PLN Group yang meraih PROPER Emas 2025 adalah:
Sementara itu, berikut ini 35 PROPER Hijau yang diraih PLN Grup:
