Polri Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Potensi Dampak Super El Niño

Editor: Syarkawi author photo

 


Jakarta — Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Divisi Humas menyatakan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak fenomena Super El Niño yang diperkirakan dapat memengaruhi kondisi iklim di Indonesia secara signifikan.

Super El Niño merupakan anomali iklim global yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas kondisi normal. 

Fenomena ini berpotensi menurunkan curah hujan secara drastis di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga dapat memicu kekeringan ekstrem, krisis air bersih, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa Polri telah menyiapkan langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

“Polri telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Mabes hingga kewilayahan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat Super El Niño. Upaya ini meliputi deteksi dini, patroli terpadu di wilayah rawan, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Dalam rangka mitigasi risiko, Polri juga mengedepankan pendekatan preventif dan humanis melalui edukasi kepada masyarakat. 

Sosialisasi dilakukan secara masif untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Polri mengimbau masyarakat untuk:

Menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi krisis air bersih

Tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan dalam bentuk apa pun

Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar

Segera melaporkan kejadian darurat kepada aparat berwenang

Di sisi lain, Polri menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. 

Setiap tindakan yang melanggar hukum dan berpotensi memperparah kondisi lingkungan akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Irjen Pol. Sandi Nugroho juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami dampak besar dari fenomena serupa pada periode 1997–1998 dan 2015–2016. 

Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara menyeluruh.

“Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman ini. Polri mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan dan keberlangsungan hidup bersama,” lanjutnya.

Dengan langkah antisipatif yang terukur serta dukungan penuh masyarakat, Polri optimistis dampak fenomena Super El Niño dapat diminimalisir. 

Kesiapsiagaan nasional diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.(HUMAS MABES POLRI)

Share:
Komentar

Berita Terkini