JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama berkelanjutan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendukung misi perdamaian dunia, dengan penekanan utama pada keselamatan personel di wilayah penugasan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam pertemuan dengan delegasi United Nations Police Division yang dipimpin United Nations Police Adviser Faisal Shahkar, didampingi Hai Nguyen dan Mehmet Ata Yenigun. Pertemuan berlangsung di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Faisal Shahkar menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam misi perdamaian dunia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Polri. Kami akan terus memperkuat kerja sama ini untuk meningkatkan kontribusi bersama dalam misi perdamaian dunia,” ujarnya.
Ia juga menilai personel Polri menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan kemampuan adaptasi yang baik dalam memenuhi standar operasi PBB.
Kunjungan delegasi ini menjadi yang ketiga kalinya, sebagai bentuk kesinambungan hubungan yang telah terjalin erat antara Polri dan PBB. Hal ini sekaligus menegaskan kemitraan strategis dalam mendukung pemeliharaan perdamaian dunia.
Kerja sama Polri dengan United Nations Department of Peace Operations telah diperkuat sejak penandatanganan Cooperation Action Points pada 26 Juni 2024 di New York, sebagai implementasi amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, Polri saat ini menyelenggarakan Annual FPU Commanders Workshop pada 20–24 April 2026, serta akan melaksanakan Annual Commanders Strategic Course pada Juli mendatang untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel misi internasional.
Saat ini, Polri menugaskan 140 personel Formed Police Unit (FPU) di misi MINUSCA Republik Afrika Tengah, serta 51 personel Individual Police Officer (IPO) di berbagai misi PBB, yakni MINUSCA (14 personel), UNMISS Sudan Selatan (19 personel), MONUSCO Kongo (9 personel), UNFICYP Siprus (6 personel), dan UNISFA Abyei (3 personel).
Wakapolri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polri dalam mendukung misi internasional.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini sehingga Polri dapat terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia melalui pengiriman personel maupun peningkatan kapasitas SDM,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan.
“Aspek keamanan dan keselamatan personel akan terus kami utamakan, serta diperkuat melalui koordinasi dengan PBB agar pelaksanaan tugas berjalan efektif,” tegasnya.
Wakapolri juga menambahkan harapannya agar kerja sama yang semakin erat dapat meminimalisir risiko di lapangan.
“Keselamatan personel adalah prioritas utama. Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa dalam misi penjaga perdamaian dunia,” lanjutnya.
Polri juga terus meningkatkan kesiapan operasional melalui penguatan FPU Level 3 untuk menghadapi tantangan konflik modern yang semakin kompleks.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kerja sama Polri dan PBB akan terus diperkuat dengan fokus pada perlindungan, keamanan, dan keselamatan personel sebagai fondasi utama keberhasilan misi perdamaian dunia.[]
