ACEH BESAR – Sebanyak 533 siswa madrasah di Kabupaten Aceh Besar dinyatakan lulus ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, S.E., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ratusan siswa ini menjadi bukti meningkatnya kualitas pendidikan madrasah di daerah tersebut.
“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Kami mengapresiasi kerja keras para siswa, guru, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan akademik di madrasah,” ujar Saifuddin, Rabu (8/4/2026).
Dari total 533 siswa yang lulus, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ruhul Islam Anak Bangsa mencatat jumlah terbanyak dengan 126 siswa, disusul MAS Insan Qurani 98 siswa, dan MAN 4 sebanyak 53 siswa.
Selanjutnya, MAS Oemar Diyan meluluskan 61 siswa, MAS Darul Ihsan 44 siswa, MAS Muta’allimin 35 siswa, MAN 3 sebanyak 27 siswa, serta MAN 1 sebanyak 20 siswa.
Selain itu, MAS Ar Rabwah meluluskan 18 siswa, MAN 5 sebanyak 13 siswa, dan MAS Al Manar 8 siswa.
Sementara MAS Daruzzahidin, MAS Luqman Al Hakim, MAS Sidiq, dan MAS Imam Syafi’i masing-masing meluluskan 4 siswa.
MAN 6, MAS Asaasunnajah, dan MAS Darul Hikmah masing-masing meluluskan 3 siswa, sedangkan MAS Darul Aman dan MAN 2 masing-masing 2 siswa, serta satu siswa dari MAS Baitul Arqom.
Para siswa tersebut diterima di berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri ternama, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Alauddin Makassar, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Walisongo Semarang, serta sejumlah PTKIN lainnya.
Saifuddin yang akrab disapa Yahwa menegaskan, capaian ini memperkuat peran madrasah dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama Aceh Besar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi akademik maupun penguatan karakter.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kompetensi guru, serta pendampingan intensif bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami berharap madrasah semakin menjadi pilihan utama masyarakat dan mampu melahirkan generasi unggul serta berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala madrasah yang terus berinovasi hingga meraih capaian tersebut.
Sebagai informasi, SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berdasarkan prestasi akademik selama menempuh pendidikan di madrasah atau sekolah.[]
