JAKARTA – Keindahan dan keunikan Batik Jambi sukses mencuri perhatian para pecinta batik dan pengunjung dalam ajang Persit Bisa Vol. 2 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta.
Produk batik khas Jambi bahkan dibanjiri pesanan karena dinilai memiliki motif yang unik, elegan, dan sarat nilai budaya Melayu.
Batik Jambi tampil menonjol di tengah ragam budaya Nusantara melalui motif-motif khas seperti Tampuk Manggis, Sulur Pakis, Burung Kuau, hingga ornamen Rumah Larik.
Corak yang tegas dengan perpaduan warna cokelat tanah, biru indigo, dan kuning kunyit memberikan kesan hangat sekaligus berwibawa.
Dalam kegiatan tersebut, perajin Batik Jambi, Ruslaini Fadli, turut menampilkan proses pembuatan batik secara langsung di booth pameran.
Pengunjung tampak antusias menyaksikan proses mencanting hingga pencelupan warna yang menghasilkan motif khas Batik Jambi.
“Banyak pengunjung tertarik karena mereka bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Tidak sedikit yang langsung memesan kain maupun produk jadi,” ujar Ruslaini.
Selain demo membatik, Batik Jambi juga diperkenalkan melalui mini fashion show yang menampilkan perpaduan motif tradisional dengan desain busana kontemporer.
Penampilan tersebut semakin memperlihatkan bahwa Batik Jambi mampu beradaptasi dengan tren mode modern tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Menurut Ruslaini, Batik Jambi bukan sekadar kain bermotif, melainkan juga menyimpan filosofi dan cerita budaya Melayu yang diwariskan turun-temurun.
Setiap motif memiliki makna tersendiri, mulai dari simbol keramahan, pertumbuhan, hingga perlindungan.
“Ketika orang memakai Batik Jambi, mereka bukan hanya memakai kain, tetapi juga membawa cerita dan identitas budaya Jambi,” katanya.
Ajang Persit Bisa Vol. 2 yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Batik Jambi kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dan pecinta fashion dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan tersebut, para perajin berharap Batik Jambi semakin dikenal secara nasional maupun internasional serta mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Selain memperluas pasar, kegiatan itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan warisan budaya daerah melalui penggunaan dan pengembangan batik dalam kehidupan sehari-hari.[]
