Banda Aceh – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Nursyam, SH, M.Hum., memberikan pembinaan kepada pimpinan, hakim, serta seluruh aparatur Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, baik dari unsur kepaniteraan maupun kesekretariatan, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PN Banda Aceh tersebut turut dihadiri para Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda) Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Nursyam menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama para Hakim Tinggi Pengawas Daerah merupakan bagian dari kegiatan pembinaan dan pengawasan rutin tahunan.
“Pembinaan dan pengawasan ini bukan karena adanya temuan tertentu, melainkan kegiatan pembinaan reguler tahunan,” ujar Nursyam mengawali arahannya.
Pada kesempatan itu, Nursyam menyampaikan pembinaan dengan mengangkat tema “Hati”, yang dibagi dalam tiga aspek penting, yakni rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati.
Pertama, ia menekankan pentingnya bekerja dengan rendah hati. Menurutnya, setiap hakim dan aparatur pengadilan harus bersikap sopan, menghormati sesama, serta berani mengakui kesalahan.
“Di pengadilan, sesama hakim tidak ada kepala, yang ada ketua sebagai orang yang dituakan. Maka hormatilah orang yang dituakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa hakim tidak boleh bersikap sombong maupun haus pujian.
Kedua, Nursyam menekankan pentingnya sikap hati-hati dalam menjalankan tugas. Ia menyebut pekerjaan hakim dan aparatur pengadilan memiliki konsekuensi besar karena menyangkut kepentingan para pihak yang berperkara.
“Kita harus selalu cermat dan waspada karena pekerjaan kita menimbulkan konsekuensi pro dan kontra bagi para pihak. Pihak yang kalah tentu kecewa kepada hakim, karena itu harus hati-hati,” tegasnya.
Menurutnya, hakim harus berpihak kepada keadilan, bukan kepada pihak yang diadili. Ia juga mengingatkan agar seluruh aparatur pengadilan menjunjung tinggi integritas dalam bekerja.
“Produk kita selaku hakim dan aparatur pengadilan adalah keadilan. Karena itu, junjung integritas setinggi mungkin,” ujarnya.
Ketiga, ia mengajak seluruh aparatur pengadilan bekerja dengan sepenuh hati dan menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah.
“Maka jadikan kantor ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat ibadah,” kata Nursyam.
Ia juga mengajak seluruh aparatur menjadikan kantor pengadilan sebagai rumah kedua dengan membangun suasana kerja yang nyaman, rukun, dan penuh kekeluargaan.
Menurut Nursyam, apabila ketiga aspek tersebut dijalankan dengan baik, maka PN Banda Aceh akan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat pencari keadilan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Hakim Tinggi PT Banda Aceh, yakni Dr. Taqwaddin, Dr. Firmansyah, Rahmawati, Irwan Efendi, SH, M.Hum., M. Joni Kemri, SH, serta jajaran sekretariat PT Banda Aceh.
Sementara itu, Wakil Ketua PN Banda Aceh, Fauzi, SH, MH, mewakili Ketua PN Banda Aceh Dr. Teuku Syarafi yang sedang menunaikan ibadah haji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembinaan yang diberikan.
“Kami berjanji akan segera menindaklanjuti hasil pengawasan yang dilakukan oleh para Hakim Tinggi,” ujar Fauzi.[]
