Kodim 0107/Aceh Selatan Rampungkan Dua Jembatan Aramco di Buluh Seuma

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Selatan — Kodim 0107/Aceh Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. 

Hal itu ditandai dengan rampungnya pembangunan dua unit jembatan rangka Aramco di titik Wak Rege dan Suak Lele, Kemukiman Buluh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (7/5/2026).

Rampungnya pembangunan dua jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat pedalaman yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. 

Kondisi geografis Buluh Seuma yang didominasi jalan tanah, medan berlumpur, serta aliran sungai yang kerap meluap saat musim hujan, selama ini menjadi tantangan serius bagi aktivitas warga.

Tidak jarang, mobilitas masyarakat terhambat akibat tingginya debit air sungai yang membuat jalur penyeberangan sulit dilalui dan berisiko membahayakan keselamatan.

Kehadiran dua jembatan baru itu kini menjadi penghubung vital yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun menunjang konektivitas antarwilayah. 

Jembatan tersebut juga menjadi akses strategis yang menghubungkan kawasan Buluh Seuma menuju Kabupaten Aceh Singkil.

Keberadaannya dinilai penting dalam mendukung kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman.

Pembangunan jembatan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan personel Satgas TNI AD bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong. 

Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan mulai dari pemasangan rangka baja Aramco, pengecoran badan jembatan, pemasangan pembatas sisi jembatan, hingga perapian akses jalan penghubung di kedua sisi jembatan.

Seluruh tahapan dikerjakan secara maksimal guna memastikan konstruksi yang kokoh, aman, dan layak digunakan dalam jangka panjang.

Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., mengatakan pembangunan dua jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil sekaligus bagian dari dukungan terhadap percepatan pembangunan nasional di daerah.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Akses jalan dan jembatan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap akses pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas perekonomian, hingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat pedalaman.

“Pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun jembatan, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat agar akses transportasi semakin mudah, aman, dan lancar. Dengan akses yang baik, tentu aktivitas masyarakat juga akan semakin berkembang,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga menjadi bagian dari akselerasi program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk akselerasi program Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pembangunan yang merata sampai ke daerah pedalaman. Kehadiran jembatan ini sekaligus menjawab harapan masyarakat yang selama ini menginginkan akses transportasi yang layak dan aman,” lanjutnya.

Dengan rampungnya dua jembatan di titik Wak Rege dan Suak Lele, Kodim 0107/Aceh Selatan kini telah menyelesaikan empat unit jembatan rangka Aramco di kawasan Buluh Seuma. 

Keempat jembatan tersebut diharapkan menjadi akses strategis yang mampu mempercepat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedalaman.

Selama ini, Buluh Seuma dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat aksesibilitas yang cukup menantang, terutama saat curah hujan tinggi. 

Jalan berlumpur dan aliran sungai yang meluap kerap menghambat aktivitas masyarakat, termasuk dalam membawa hasil perkebunan dan pertanian menuju pusat perdagangan.

Dengan hadirnya jembatan permanen tersebut, masyarakat kini memiliki akses transportasi yang lebih aman, efisien, dan dapat diandalkan sepanjang waktu.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, keberhasilan pembangunan jembatan ini juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan personel Satgas bersama masyarakat selama proses pengerjaan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di wilayah terpencil dapat berjalan baik apabila dilandasi kerja sama, kepedulian, dan gotong royong.

Dandim berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh proses pembangunan berjalan lancar berkat kerja sama personel Satgas dan masyarakat. Semoga jembatan ini benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat serta mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga pedalaman,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang warga Buluh Seuma, Iskandar (51), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. 

Menurutnya, selama ini masyarakat kerap mengalami kesulitan saat melintasi sungai, terutama ketika hujan turun dan arus air menjadi deras.

“Kami masyarakat sangat senang dan bersyukur. Dulu kalau hujan kami sering takut menyeberang karena arus sungai deras dan jalan sulit dilalui. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses kami jauh lebih mudah dan aman. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD yang sudah membantu masyarakat pedalaman seperti kami,” ujarnya.

Dengan hadirnya dua jembatan rangka Aramco tersebut, harapan baru kini tumbuh di tengah masyarakat pedalaman Buluh Seuma. 

Infrastruktur yang semakin baik diyakini mampu membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong percepatan pembangunan yang merata hingga ke pelosok Aceh Selatan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini