Banda Aceh — Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Aceh.
Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema “Peran Strategis Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Penanggulangan Narkoba di Aceh” yang digelar di Universitas Teuku Umar (UTU), dan diikuti sekitar 200 mahasiswa serta jajaran pimpinan kampus.
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengedukasi masyarakat serta membangun lingkungan kampus yang bersih dari narkoba.
Dalam pemaparannya, Dedy Tabrani mengungkapkan bahwa Aceh masih menghadapi ancaman serius peredaran narkoba, termasuk yang melibatkan jaringan internasional.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam kampanye anti-narkoba di lingkungan masing-masing.
“Mahasiswa adalah kekuatan intelektual yang harus berada di garis depan untuk menyelamatkan generasi bangsa,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi berbagai isu, mulai dari maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda hingga strategi pencegahan di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan tersebut, BNNP Aceh juga mendorong sinergi berkelanjutan melalui edukasi, kampanye, serta pembentukan relawan anti-narkoba di kalangan mahasiswa.
Kolaborasi lintas sektor, khususnya keterlibatan aktif mahasiswa, dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Aceh yang bersih dari narkoba.[]
