LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai menyalurkan bantuan bagi warga korban kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Perdede, Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti.
Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) terdampak menerima santunan uang tunai sebesar Rp500 ribu per KK sebagai bantuan awal pascabencana.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, Rabu (6/5/2026).
Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk membantu kebutuhan mendesak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Mirdha Ihsan mengatakan, selain bantuan uang tunai, pemerintah juga menyalurkan perlengkapan kebersihan guna mendukung proses pembersihan lokasi kebakaran.
“Selain kami serahkan bantuan uang tunai, kami juga menyerahkan peralatan kebersihan seperti gerobak sorong dan 30 unit sekop yang digunakan untuk membersihkan lokasi kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus memastikan para korban tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.
Ia menjelaskan, pembersihan lokasi kebakaran menjadi langkah penting sebelum tahap rehabilitasi dilakukan.
Pemerintah, kata dia, berupaya mempercepat pemulihan lingkungan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
“Tentunya kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama untuk kebutuhan awal pascakebakaran,” katanya.
Musibah kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut menghanguskan puluhan rumah warga dan memaksa ratusan jiwa mengungsi.
Api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya yang sebagian besar berbahan kayu, sehingga banyak warga kehilangan seluruh harta benda.
Sejak kejadian, pemerintah daerah bersama TNI-Polri, relawan, dan masyarakat terus melakukan penanganan darurat, mulai dari pendirian posko pengungsian hingga distribusi makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya bagi para korban.
Mirdha menambahkan, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan untuk rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat agar dapat dialokasikan melalui APBN.
“Terkait mekanismenya, nanti kita akan rapat dengan kementerian terkait dan hasilnya akan kami sampaikan. Namun kita berharap bantuan ini menjadi langkah awal pemulihan warga terdampak,” jelasnya.
Bantuan pemerintah tersebut disambut haru oleh para korban yang berharap proses pembangunan kembali rumah mereka dapat segera terealisasi agar kehidupan dapat kembali normal.
Saat ini, sebagian warga masih bertahan di pengungsian dan rumah kerabat sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah.[]
