Plt Disdikbud Aceh Besar: Pengawas Sekolah Garda Terdepan Perubahan Mutu Pendidikan

Editor: Syarkawi author photo

 


KOTA JANTHO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengawas sekolah merupakan garda terdepan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengawas Sekolah di SMP Negeri 1 Peukan Bada, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar dengan BPMP Aceh, yang turut dihadiri Pendamping BPMP Aceh Fitriani, Koordinator Pengawas Aceh Besar Muhardi, serta para pengawas dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Dalam arahannya, Rahmawati menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen bersama seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, hingga guru.

“Pengawas ini menjadi garda terdepan. Karena Bapak Bupati dan Wakil Bupati memiliki visi besar untuk mengubah wajah pendidikan di Aceh Besar, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah indikator mutu pendidikan di Aceh Besar yang mengalami penurunan. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama untuk segera dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

Rahmawati menekankan bahwa fungsi pengawasan harus berjalan profesional, objektif, dan berpedoman pada delapan Standar Nasional Pendidikan.

“Kalau ingin mutu pendidikan meningkat, maka pengawasan juga harus profesional, objektif, dan mengacu pada standar yang berlaku,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyinggung rencana penyegaran kepala sekolah di Aceh Besar. Menurutnya, masih ada kepala sekolah yang menjabat terlalu lama sehingga perlu dilakukan evaluasi sesuai ketentuan.

“Ada kepala sekolah yang sudah 25 tahun menjabat, padahal aturan periodenya maksimal delapan tahun. Ke depan akan kita lakukan penyegaran secara profesional dan objektif,” tegasnya.

Rahmawati memastikan seluruh kebijakan pendidikan ke depan akan dijalankan secara profesional tanpa intervensi kepentingan tertentu.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Pengawas sekolah, kata dia, memiliki peran penting dalam mendampingi guru menghadapi sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan dibandingkan pembangunan fisik semata.

“Ke depan anggaran lebih banyak diarahkan untuk peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, pengawas, dan operator sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern,” jelasnya.

Rahmawati juga menyinggung program “Beut Al-Qur’an dan Beut Kitab Bak Sikula” yang mulai diterapkan di sekolah umum sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai keagamaan.

Menurutnya, program tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat dan meningkatkan kembali kepercayaan orang tua terhadap sekolah umum.

“Sekarang anak masuk sekolah umum juga mendapatkan pendidikan agama. Ini yang terus kita bangun di Aceh Besar,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Rahmawati mengajak seluruh pengawas sekolah untuk bekerja dengan ikhlas dan kompak demi kemajuan pendidikan di Aceh Besar.

“Mari kita bekerja dengan hati untuk kemajuan pendidikan Aceh Besar. Hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan dirasakan 10 hingga 20 tahun ke depan oleh generasi kita,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini