Paris — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama ratusan warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di halaman Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).
Momen religius tersebut berlangsung khidmat dan menjadi ajang silaturahmi yang mengobati kerinduan tanah air bagi masyarakat Indonesia di perantauan.
Pelaksanaan Salat Id dimulai sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau 14.00 WIB. Sejak pagi, lebih dari 500 jamaah telah memadati area Wisma Indonesia untuk mengikuti ibadah tahunan tersebut.
Gema takbir mengiringi jalannya salat, menghadirkan suasana spiritual yang hangat di tengah kota Paris yang sejuk.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam salat berjamaah tersebut memberikan suasana berbeda bagi para jamaah.
Sebagai kepala negara, ia turut membaur bersama masyarakat, berdiri dalam saf tanpa sekat protokoler yang mencolok, dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Bagi banyak WNI di Paris, kehadiran Presiden menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka merasa terharu dapat melaksanakan Salat Idul Adha bersama kepala negara di luar negeri, yang dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap diaspora Indonesia.
Usai salat, Presiden Prabowo menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para jamaah. Ia menyalami warga satu per satu, berbincang ringan, serta merespons antusiasme masyarakat yang ingin berinteraksi langsung.
Suasana hangat semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Presiden duduk bersama warga, menikmati hidangan sambil bercengkerama dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Interaksi tersebut mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, meskipun berada jauh dari Tanah Air.
Bagi diaspora Indonesia, Idul Adha bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas kebangsaan di perantauan.
Kegiatan seperti ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan di tengah kehidupan jauh dari Indonesia.
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Wisma Indonesia Paris tahun ini menjadi lebih bermakna dengan kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa jarak geografis tidak menghalangi ikatan kebangsaan antara pemerintah dan warganya di luar negeri.
Suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari salat berjamaah, silaturahmi, hingga makan bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa nilai Idul Adha tidak hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang pengorbanan, kepedulian, dan persaudaraan.
Kebersamaan Presiden Prabowo dengan WNI dan diaspora Indonesia di Paris menjadi momen berkesan, sekaligus menegaskan bahwa semangat persatuan bangsa Indonesia tetap terjaga di mana pun berada.[]
