PT GLEH Ditargetkan Tambah PAD Aceh dari Pengelolaan Limbah B3

Editor: Syarkawi author photo

 

Abu Salam saat meresmikan peluncuran PT GLEH, di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). Foto: Mitraberita

BANDA ACEH – Direktur Utama PT Garda Lestari Ekologi Hutama (GLEH), Teuku Emi Syamsyumi alias Abu Salam, menargetkan perusahaan pengolahan limbah B3 yang dipimpinnya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Aceh.

Hal itu disampaikan Abu Salam saat peluncuran PT GLEH di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

“Insyaallah PT GLEH ini akan meningkatkan PAD Aceh. Selama ini kita tidak mendapat apa-apa karena PAD dari pengelolaan limbah itu banyak mengalir ke Medan dan Bandung,” kata Abu Salam.

Ia menjelaskan, potensi limbah B3 di Aceh sangat besar dan selama ini sebagian besar pengelolaannya dilakukan di luar daerah. 

Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan potensi pajak dan pendapatan daerah belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Aceh.

“Selama ini limbah B3 selalu dibawa keluar Aceh, padahal potensinya luar biasa. Setahu saya hampir mencapai 4.000 ton, sehingga PAD yang dihasilkan bisa mencapai Rp50 miliar hingga Rp70 miliar per tahun,” ungkapnya.

Abu Salam menegaskan bahwa kepulangannya dari Australia merupakan bagian dari komitmennya membantu Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam membangun Aceh selama masa kepemimpinan lima tahun ke depan.

“Tujuan kita untuk meningkatkan PAD Aceh dan juga mengurangi angka pengangguran,” ujarnya didampingi Komisaris Utama PT GLEH, Sunnyl Iqbal.

Ia mengaku pengalaman yang diperolehnya selama berada di Australia ingin diterapkan untuk mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Aceh, khususnya di sektor pengelolaan limbah dan investasi.

“Saya juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama agar Aceh menjadi lebih baik,” katanya.

Abu Salam berharap dukungan dari Komisaris Utama PT GLEH dapat membantu mewujudkan cita-cita perusahaan dalam membangun sektor pengelolaan limbah yang modern dan berkontribusi bagi daerah.

Dalam wawancara di sela kegiatan, Abu Salam menyebutkan saat ini kapasitas pengolahan limbah B3 di Aceh telah mencapai sekitar empat ton per hari dan akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Ia juga meminta Pemerintah Aceh memberi perhatian terhadap sejumlah industri yang dinilai menghasilkan limbah dalam jumlah besar. 

Menurutnya, perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan dari produk mereka.

“Di luar negeri, perusahaan yang menghasilkan limbah wajib bertanggung jawab mengambil kembali limbah produknya. Jangan hanya fokus pada keuntungan semata,” pungkasnya.[]

Sumber : MITRABERITA.NET

Share:
Komentar

Berita Terkini