Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh bersama Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Aceh dan Belanda dalam pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu 6 Mei 2026.
Pertemuan tersebut menyoroti sejumlah sektor penting, mulai dari pembangunan, kemanusiaan, hingga penguatan kerja sama yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Aceh.
“Kerja sama ini sangat penting, terutama bagi Aceh,” ujar Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh mengatakan diskusi berlangsung hangat dan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang.
“Kita banyak memperbincangkan bagaimana Aceh dan Belanda bisa bekerja sama, terutama dalam berbagai sektor pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr. Muhammad Raviq.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga merefleksikan sejarah panjang hubungan Aceh dan Belanda, termasuk kerja sama kemanusiaan pascatsunami 2004 yang menjadi momentum penting dalam hubungan kedua pihak.
Selain membahas peluang kerja sama baru, delegasi Belanda juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi kerja sama lanjutan.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan dan pemulihan masyarakat Aceh di berbagai sektor.[]
