Aceh Besar – Babinsa Koramil 26/Kuta Cot Glie, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Risman H melaksanakan monitoring harga kebutuhan pokok di Pasar Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Monitoring merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung stabilitas pangan di wilayah binaan.
Dalam pelaksanaannya, Serda Risman H berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pembeli guna memperoleh informasi terkait perkembangan harga berbagai komoditas.
Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan stok barang di Pasar Keumireu mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah keriting dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, ikan teri dari Rp50.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, bawang merah dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, serta tomat dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga, di antaranya cabai rawit hijau dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, udang basah dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, wortel dari Rp25.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, kacang panjang menjadi Rp20.000 per kilogram, serta kacang hijau menjadi Rp28.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam, serta gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram terpantau masih stabil.
Ketersediaan stok komoditas tersebut juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Adapun komoditas daging sapi belum tersedia di pasar pada saat monitoring, sehingga belum terdapat harga jual yang dapat dipantau.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Risman H mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat. Ia juga mengajak warga agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
"Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga sembako di pasar. Apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan, informasi tersebut akan segera dilaporkan sebagai bahan evaluasi dan langkah tindak lanjut bersama," ujar Serda Risman H.
Ia menambahkan, pemantauan harga kebutuhan pokok akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya mendukung stabilitas pangan serta memberikan data yang akurat kepada komando atas dalam menentukan kebijakan terkait kondisi pasar di wilayah binaan.[]
