Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme, Terorisme, TCC, dan Perundungan bagi 1.500 Pelajar di Kerinci dan Sungai Penuh

Editor: Syarkawi author photo

 


SUNGAI PENUH – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jambi Densus 88 Anti Teror (AT) Polri menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal, Terorisme, True Crime Community (TCC), dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026), di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Jambi: Merajut Keberagaman, Merawat Kebangsaan” tersebut dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Beri Diatra, S.I.K., M.H., dan diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), perwakilan komite sekolah, serta pelajar SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs negeri maupun swasta dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, unsur Forkopimda, pejabat Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Kasi Humas Polres Kerinci menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya radikalisme, terorisme, perundungan, serta berbagai pengaruh negatif di ruang digital yang dapat mengancam masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, sosialisasi ini menunjukkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa.

“Pencegahan radikalisme, terorisme, TCC, dan perundungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Keluarga dan sekolah harus menjadi benteng utama dalam membangun karakter anak serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, disiplin, dan akhlak mulia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pelajar agar terus semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, memperkuat persahabatan, serta menjauhi segala bentuk kekerasan dan perilaku negatif.

Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci H. Murison menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. 

Menurutnya, edukasi dan penguatan karakter sangat penting agar peserta didik mampu menyaring informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

“Lingkungan pendidikan harus menjadi benteng utama dalam membentuk generasi yang moderat, toleran, cinta tanah air, dan menghargai perbedaan. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan moral generasi penerus bangsa,” katanya.

Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama, adat istiadat, serta kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial di satu sisi memberikan manfaat besar, namun di sisi lain juga membuka ruang masuknya berbagai pengaruh negatif seperti radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, perundungan, hingga fenomena True Crime Community (TCC) yang berkembang di berbagai platform digital.

“Konten true crime dapat menjadi sarana edukasi jika disikapi secara tepat. Namun tanpa literasi digital yang baik, konten tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hingga ketertarikan berlebihan terhadap tindak kejahatan,” jelasnya.

Kapolres juga menekankan bahwa perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial (cyberbullying), dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi korban. 

Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

“Pencegahan radikalisme dan terorisme tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Upaya pencegahan harus dimulai dari pendidikan, keluarga, lingkungan sosial, dan kesadaran bersama,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten negatif seperti radikalisme, propaganda, hoaks, dan perundungan yang berpotensi merusak moral serta karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa, guru, dan masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, TCC, dan perundungan. Semoga seluruh peserta dapat menjadi agen perdamaian dan menjaga lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, serta dunia pendidikan dalam memperkuat ketahanan generasi muda terhadap berbagai ancaman ideologi dan pengaruh negatif di era digital.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini