Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Teger Miko, Progres Capai 77 Persen

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. 

Hingga Jumat (26/6/2026), progres pembangunan telah mencapai 77 persen berkat sinergi antara personel Kodim 0108/Aceh Tenggara, tenaga teknis, dan masyarakat setempat.

Pada tahap pekerjaan kali ini, Babinsa Posramil Lawe Sumur bersama mekanik, tukang, dan warga melaksanakan pembuatan rangka lantai jembatan, meliputi pemotongan besi serta pengelasan plat bordes sebagai bagian dari proses konstruksi.

Sejak pagi, suasana gotong royong tampak mewarnai lokasi pembangunan. Personel TNI bersama para pekerja dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengukuran material, pemotongan besi sesuai spesifikasi, perakitan rangka lantai, hingga pengelasan plat bordes. 

Seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti untuk memastikan konstruksi jembatan kuat, kokoh, dan aman digunakan.

Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan proyek yang sangat dinantikan tersebut. 

Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, tenaga teknis, dan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.

Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan pembangunan jembatan gantung perintis merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah pedalaman yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.

Menurutnya, pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian rangka lantai yang akan menjadi jalur utama bagi masyarakat saat melintasi jembatan. 

Karena itu, setiap tahapan dikerjakan dengan mengutamakan ketelitian, kualitas material, dan standar keselamatan kerja.

"Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan aman. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong," ujar Pelda Ahmad Saan.

Jembatan gantung tersebut akan menghubungkan Dusun Cubancer dengan Dusun Siburku di Desa Teger Miko. 

Selama ini, warga kedua dusun harus melewati jalur yang cukup sulit dan berisiko, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat sehingga membahayakan aktivitas penyeberangan.

Kondisi itu telah lama menjadi kendala bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, seperti anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang mendistribusikan barang, hingga warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.

Pelda Ahmad Saan menjelaskan, capaian progres pembangunan sebesar 77 persen merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari Babinsa, mekanik, tukang, pemerintah desa, hingga masyarakat yang secara sukarela bergotong royong mendukung percepatan pembangunan.

Ia menambahkan, ketersediaan material konstruksi seperti besi siku, plat strip, plat bordes, wiremesh, baut, kawat las, pasir, semen, batu padas, dan material pendukung lainnya turut mendukung kelancaran pekerjaan sehingga setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana.

"Kami terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja. Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, para pekerja, dan masyarakat menjadi modal utama agar jembatan ini segera selesai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko menjadi bukti nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. 

Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan akses terhadap layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini