Kodim 0108/Aceh Tenggara Mulai Pasang Tali Sling Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres signifikan. 

Memasuki salah satu tahapan paling krusial, personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat bergotong royong memasang tali sling yang akan menjadi penyangga utama konstruksi jembatan, Kamis (25/6/2026).

Sejak pagi, Babinsa dan warga bahu-membahu melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari penarikan sling baja, pembentangan dari satu sisi ke sisi lainnya, hingga proses pengikatan dan penguncian. 

Seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti dan hati-hati karena tali sling merupakan komponen vital yang menentukan kekuatan, kestabilan, dan keamanan jembatan gantung.

Tahap pemasangan sling menjadi tonggak penting dalam proses pembangunan. Dengan mulai terpasangnya sling baja, bentuk fisik jembatan kini mulai terlihat jelas, sekaligus membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Teger Miko yang selama bertahun-tahun menginginkan akses penyeberangan yang lebih aman dan layak.

Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Pemasangan tali sling merupakan salah satu tahapan yang sangat menentukan dalam pembangunan jembatan gantung. Seluruh proses harus dilakukan dengan penuh ketelitian karena berkaitan langsung dengan kekuatan dan keamanan konstruksi. Babinsa bersama masyarakat memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai prosedur dan standar teknis agar jembatan nantinya benar-benar kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemasangan diawali dengan penarikan dan pembentangan sling baja sebagai fondasi utama konstruksi. 

Setelah posisi sling sesuai dengan titik yang telah ditentukan, pekerjaan dilanjutkan dengan pengencangan menggunakan alat khusus seperti tirfor dan chain block untuk memperoleh tingkat ketegangan sesuai perhitungan teknis.

Selanjutnya, tali sling dikunci menggunakan klem sling atau yang dikenal di lapangan dengan istilah "kuku macan". Tahapan ini bertujuan memastikan posisi sling tetap stabil dan tidak bergeser sehingga mampu menopang beban jembatan secara optimal.

Pelda Ahmad Saan menambahkan, keberhasilan pembangunan jembatan hingga saat ini tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat Desa Teger Miko. 

Warga setiap hari secara sukarela membantu berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari mengangkut material, memasang komponen jembatan, hingga pekerjaan teknis lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

"Kerja sama antara TNI dan masyarakat berjalan sangat baik. Meskipun pekerjaan ini cukup berat, seluruh proses dapat dilaksanakan dengan semangat gotong royong, rasa tanggung jawab, dan kekeluargaan yang kuat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan jembatan," tambahnya.

Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi bukti eratnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. 

Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun desa.

Masyarakat Desa Teger Miko menyambut positif pembangunan jembatan tersebut karena diyakini akan membawa perubahan besar terhadap aktivitas sehari-hari. 

Selama ini, keterbatasan akses penyeberangan menjadi kendala bagi petani dalam mengangkut hasil panen, pelajar menuju sekolah, maupun warga yang membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan dan pusat perekonomian.

Dengan semakin terlihatnya struktur Jembatan Gantung Perintis setelah pemasangan tali sling, optimisme masyarakat terhadap penyelesaian proyek semakin meningkat. 

Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, membuka akses ekonomi baru, serta meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, pembangunan Jembatan Gantung Perintis juga menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah. 

Melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang terus terpelihara, pembangunan jembatan diharapkan segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Desa Teger Miko dan wilayah sekitarnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini