Aceh Tenggara – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan rehabilitasi jembatan gantung di Desa Lawe Beringin, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga setempat terus mempercepat pengerjaan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat, Rabu (17/6/2026).
Rehabilitasi jembatan tersebut merupakan wujud sinergi TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang memiliki peran penting bagi aktivitas warga.
Selama ini, jembatan gantung tersebut menjadi jalur utama penghubung antarwilayah dan sarana transportasi masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun sosial kemasyarakatan.
Sejak pekerjaan dimulai, Babinsa bersama warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.
Kehadiran TNI tidak hanya membantu mempercepat proses rehabilitasi, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan.
Babinsa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, Serma Karmadi, mengatakan rehabilitasi dilakukan agar jembatan dapat segera digunakan kembali dengan kondisi yang lebih aman dan layak.
“Jembatan gantung ini memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap hari digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, kami bersama masyarakat terus berupaya mempercepat proses rehabilitasi agar segera dapat dimanfaatkan kembali,” ujar Serma Karmadi.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.
Selain mendukung pekerjaan fisik, Babinsa juga melakukan pendampingan serta memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memperhatikan faktor keselamatan.
Pada tahap pekerjaan saat ini, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan tali sling yang telah terpasang pada konstruksi jembatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting karena tali sling berfungsi sebagai komponen utama penyangga beban jembatan gantung.
Oleh sebab itu, proses pemasangan dan penguatannya dilakukan secara teliti guna menghasilkan konstruksi yang kokoh, aman, dan memiliki daya tahan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, personel Kodim 0108/Aceh Tenggara, para tukang, dan masyarakat bekerja sama sesuai tugas masing-masing. Sebagian warga membantu mengangkut material dan peralatan kerja, sementara lainnya mendukung proses pemasangan komponen konstruksi di lapangan.
Kekompakan yang terjalin selama kegiatan berlangsung mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.
Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui jajaran Babinsa menyampaikan bahwa pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur desa merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan tersedianya akses transportasi yang baik, diharapkan aktivitas ekonomi warga semakin lancar, distribusi hasil pertanian lebih mudah, serta konektivitas antarwilayah semakin terbuka.
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, keberadaan jembatan yang aman dan layak juga sangat penting untuk menunjang akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial lainnya.
Karena itu, percepatan rehabilitasi terus dilakukan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Desa Lawe Beringin dan wilayah sekitarnya.
Warga Desa Lawe Beringin menyambut baik keterlibatan Babinsa dan personel Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam kegiatan tersebut.
Mereka mengaku terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi kebutuhan bersama.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, rehabilitasi jembatan gantung Desa Lawe Beringin diharapkan dapat segera rampung dan kembali berfungsi optimal.
Kehadiran TNI melalui Babinsa menjadi bukti nyata komitmen dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung percepatan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.[]
