Longsor di Sabang Rusak Dua Rumah, Lima Warga Terluka

Editor: Syarkawi author photo

 

Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Jumat 26 Juni 2026 sore, mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Foto: Dok BPBD Sabang.

SABANG – Tanah longsor yang terjadi di Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, pada Jumat (26/6/2026) sore mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. 

Peristiwa tersebut juga menyebabkan lima warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang, Syahrial, mengatakan longsor terjadi setelah wilayah Kota Sabang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari. 

Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di kawasan lereng menjadi labil hingga memicu longsoran yang menghantam permukiman warga.

"Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah di lokasi menjadi tidak stabil hingga akhirnya terjadi longsor yang merusak dua rumah warga. Saat ini seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis," kata Syahrial, Sabtu (27/6/2026).

Dua rumah yang terdampak merupakan milik Faridah Hanum dan Firmansyah Fa'u yang berada di Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timu.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan BPBD bersama personel TNI, Polri, PLN, tenaga kesehatan, serta dibantu masyarakat setempat. 

Selain mengevakuasi korban, petugas juga mengamankan barang-barang milik warga yang terdampak longsor.

Syahrial menjelaskan, kondisi para korban terus dipantau oleh tim medis. Dari lima korban, dua orang telah membaik, dua lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Kota Sabang, sementara satu korban dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh karena mengalami patah tulang bahu.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal, sekaligus melakukan pendataan kerusakan dan mengantisipasi potensi longsor susulan apabila curah hujan kembali tinggi," ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian materiil akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. 

Kerugian itu meliputi kerusakan berat pada dua unit rumah beserta harta benda milik warga yang tertimbun material longsor.

BPBD Kota Sabang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lereng dan daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. 

Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah maupun retakan di sekitar permukiman sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan untuk mencegah korban dan kerusakan yang lebih besar.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini