Tim Audit NFA USK Lolos ke Semifinal Nasional KBMK 2026 Kategori Audit Investigatif

Editor: Syarkawi author photo

 

Tim Audit NFA Universitas Syiah Kuala (USK) yang terdiri dari Faiz Akbar Husaini, Najma Gina Assyifa, dan Aqil Abrar bersama dosen pembimbing Rahmawaty berfoto usai dinyatakan lolos ke babak semifinal nasional Kompetisi Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 kategori Keuangan Audit Investigatif. Foto: (Humas USK)

BANDA ACEH – Tim Audit NFA dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi dengan lolos ke babak semifinal nasional Kompetisi Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 pada kategori Keuangan Audit Investigatif. 

Pada babak selanjutnya, tim akan bersaing dengan delegasi terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

KBMK merupakan kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Ajang ini bertujuan menguji kemampuan akademik, daya nalar, serta keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang bisnis, manajemen, dan keuangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, dunia usaha, dan pemerintah.

Tim Audit NFA beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2023, yakni Faiz Akbar Husaini dan Najma Gina Assyifa dari Program Internasional, serta Aqil Abrar dari Program Reguler. 

Di bawah bimbingan dosen Rahmawaty, S.E., M.Si., Ak., CA., QGIA., mereka berhasil melaju ke babak semifinal setelah menyisihkan ratusan karya ilmiah dari peserta yang berasal dari 212 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Audit NFA mengusung karya ilmiah berjudul Analisis Audit Investigatif dan Penghitungan Kerugian Negara atas Dugaan Fraud Pengadaan MRI CT Scan Pemerintah Kabupaten Venesia TA 20X5.

Ketua tim, Faiz Akbar Husaini, mengaku bangga dapat mewakili USK di tingkat nasional.

"Kompetisi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu audit dan akuntansi dalam menyelesaikan studi kasus yang kompleks. Kami berharap dapat memberikan hasil terbaik pada tahapan kompetisi berikutnya," ujarnya.

Melalui karya ilmiah tersebut, tim mengkaji kerentanan sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah terhadap praktik kecurangan (fraud). 

Dengan menggunakan pendekatan audit investigatif, mereka menganalisis berbagai indikasi penyimpangan, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), proses lelang, hingga pelaksanaan kontrak.

Analisis tersebut bertujuan mengidentifikasi pola-pola kecurangan sekaligus menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan, sehingga dapat menjadi masukan dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola pengadaan barang dan jasa di sektor publik.

Dosen pembimbing, Rahmawaty, mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang berhasil membawa nama USK ke tingkat nasional.

"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang audit, investigasi, dan tata kelola sektor publik," katanya.

Pada KBMK 2026, sebanyak 674 makalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi. 

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, hanya 62 tim yang berhasil melaju ke babak semifinal nasional, dengan 13 tim di antaranya berasal dari kategori Keuangan Audit Investigatif.

Keberhasilan Tim Audit NFA diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran dalam memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di Indonesia.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini