TNI dan Warga Gotong Royong Percantik Jembatan Gantung Desa Buntul Kendawi

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan anggota TNI bersama masyarakat dalam kegiatan pengecatan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tahap akhir dari proses rehabilitasi jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.

Sejak pagi, personel Posramil Ketambe bersama warga setempat bahu-membahu melakukan pengecatan konstruksi jembatan.

Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Pengecatan dilakukan menggunakan kombinasi warna merah dan putih yang tidak hanya memperindah tampilan jembatan, tetapi juga melambangkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua tim kegiatan, Serka Afrijal, mengatakan pengecatan merupakan bagian penting dari rangkaian rehabilitasi jembatan yang telah dilaksanakan secara bertahap.

“Selain mempercantik tampilan jembatan, pengecatan juga berfungsi melindungi material konstruksi dari pengaruh cuaca, kelembapan, dan korosi sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang,” ujarnya.

Menurut Serka Afrijal, jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis sebagai akses utama yang menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga Desa Buntul Kendawi dan sekitarnya. Setelah dilakukan perbaikan dan penguatan konstruksi, kami bersama masyarakat melaksanakan pengecatan agar jembatan lebih indah, aman, dan tahan lama,” katanya.

Ia menjelaskan, jembatan dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar 1,2 meter tersebut setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk menuju kebun, mengangkut hasil panen, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Selama proses rehabilitasi, sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Mulai dari tahap pembersihan, perbaikan konstruksi, pemasangan komponen pendukung hingga pengecatan dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong.

“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan bersama-sama. Ini menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah,” tambah Serka Afrijal.

Keberadaan jembatan yang kini semakin kokoh dan representatif diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Selain memberikan manfaat bagi sektor ekonomi, jembatan tersebut juga berperan penting dalam mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan sosial lainnya.

Salah seorang warga Desa Buntul Kendawi, Shaleh (56), menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah membantu masyarakat memperbaiki jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya anggota Posramil Ketambe. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk menuju kebun dan mengangkut hasil panen. Sekarang kondisinya jauh lebih baik, lebih kuat, dan terlihat indah dengan warna merah putih,” ungkapnya.

Ia berharap jembatan tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan gotong royong pengecatan Jembatan Gantung Perintis ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap terjaga dengan baik. 

Melalui kerja sama yang solid, pembangunan infrastruktur pedesaan dapat berjalan optimal guna mendukung kesejahteraan masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini