LOMBOK BARAT – Kepolisian Sektor (Polsek) Batulayar, Polres Lombok Barat, bergerak cepat menangani insiden lima warga negara asing (WNA) asal Inggris yang terseret arus saat berenang di Pantai Kerandangan II, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (19/8/2026) sore. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia.
Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda mengatakan, personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait insiden tersebut. Petugas kemudian melakukan pengamanan, membantu proses evakuasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tenggelamnya lima orang WNA di Pantai Kerandangan II. Anggota piket SPKT segera meluncur ke lokasi untuk pengamanan dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda dalam keterangannya yang diterima, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Kelima WNA yang diketahui merupakan satu keluarga sedang berenang ketika tiba-tiba terseret arus ombak yang cukup kuat sehingga kesulitan kembali ke pesisir.
Mendengar teriakan meminta pertolongan, warga bersama pengelola kawasan wisata langsung melakukan upaya penyelamatan. Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk jetski dan perlengkapan selam, kelima korban akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan.
“Mendengar teriakan meminta pertolongan, warga bersama pengelola wisata langsung melakukan upaya penyelamatan. Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk jetski dan perlengkapan selam, kelima korban berhasil dievakuasi ke daratan,” jelasnya.
Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Polda NTB, Mataram, dan tiba sekitar pukul 16.00 WITA. Tim medis kemudian memberikan penanganan intensif, di antaranya resusitasi jantung paru (RJP), pemberian oksigen menggunakan ambu bag, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), serta pemeriksaan refleks pupil.
Namun, satu korban berinisial NI (54) tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sekitar pukul 16.10 WITA.
“Salah satu korban berinisial NI, 54 tahun, tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sekitar pukul 16.10 WITA,” terang AKP Putu Krisna.
Sementara itu, empat anggota keluarga lainnya berhasil selamat dan mendapatkan perawatan medis. Mereka terdiri atas istri korban, KI (52), serta tiga anaknya, DP (11), IA (13), dan IO (16).
Keempat korban tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 16.50 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.
Jenazah NI kemudian dipindahkan ke RSUD NTB sekitar pukul 17.00 WITA menggunakan ambulans untuk dititipkan sementara.
“Jenazah NI kemudian dipindahkan ke RSUD NTB sekitar pukul 17.00 WITA menggunakan ambulans untuk penitipan sementara,” kata Kapolsek.
Polsek Batulayar selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi penanganan dan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
AKP Krisna mengimbau wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di laut, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca dan arus sebelum berenang.
“Kami mengimbau wisatawan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut serta mengikuti petunjuk keselamatan saat berada di kawasan pantai,” imbaunya.[]
