Respons Cepat Gempa NTT, Kapolda Tinjau Sikka dan Mabes Polri Kirim Perkuatan ke Labuan Bajo

Editor: Syarkawi author photo

 


JAKARTA — Polri bergerak cepat merespons gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung bertolak menuju Kabupaten Sikka pada Sabtu siang untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan terpadu.

Pada malam harinya, Polri juga menyiapkan perkuatan personel dari Mabes Polri yang akan diberangkatkan menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, guna mendukung penanganan bencana sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapolda NTT bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda Provinsi NTT bertolak dari Kupang menuju Sikka menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101. Pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 13.30 WITA.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak, mengecek kebutuhan warga, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi personel Polri dalam memberikan pelayanan dan bantuan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Siang ini Kapolda NTT langsung terbang ke Sikka untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus memberikan semangat kepada anggota yang sejak awal sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat,” ujar Isir, Sabtu (15 Agustus 2026).

Setibanya di Sikka, Kapolda NTT bersama Gubernur dan Forkopimda langsung menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka. 

Rombongan menerima laporan perkembangan situasi, menemui warga terdampak, serta menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.

Kapolda NTT menegaskan bantuan tersebut merupakan tahap awal. Bantuan lanjutan akan dikirim sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim,” tegasnya.

Polri memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas, meliputi makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, pengamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, serta kelancaran distribusi bantuan.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat segera dicarikan solusi dan diperkuat,” kata Isir.

Mabes Polri Kirim Perkuatan ke Labuan Bajo

Sebagai langkah lanjutan, Polri pada Sabtu malam memberangkatkan perkuatan gabungan dari Mabes Polri menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan tersebut disiapkan untuk mendukung jajaran Polda NTT dalam penanganan bencana dan merespons kebutuhan masyarakat di lapangan.

Rombongan perkuatan Mabes Polri terdiri atas 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel DVI, tiga personel Slog Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divhumas Polri. Jumlah personel Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan.

Setiap unsur memiliki tugas sesuai bidangnya. Korbrimob akan mendukung respons dan pengamanan di lapangan, sementara tim DVI disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban apabila diperlukan.

Sementara itu, personel Slog Polri akan memperkuat dukungan logistik dan sarana prasarana. 

Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak, sedangkan Divhumas Polri bertugas mendukung komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan berasal dari sumber resmi.

“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” ujar Isir.

Personel Diminta Tetap Humanis

Kadiv Humas Polri juga meminta seluruh personel yang telah berada di lokasi untuk tetap menjaga semangat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan,” katanya.

Menurut Isir, dalam situasi bencana, kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan. Personel diminta hadir dengan empati dan memastikan masyarakat merasa aman serta terlindungi.

“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta proses pemulihan warga terdampak dapat berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini