![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP. memberikan sambutan saat membuka Pelatihan Tenaga Kependidikan SMA/SMK Tahun 2026 di Azana Oasis Hotel Aceh, Selasa (8/9/2026). |
BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., membuka Pelatihan Tenaga Kependidikan SMA dan SMK Tahun 2026 di Aula Azana Oasis Hotel Aceh, Selasa (8/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 September 2026, tersebut diikuti tenaga kependidikan dari berbagai SMA dan SMK di seluruh Aceh.
Turut hadir dalam pembukaan, Kabid GTK Dinas Pendidikan Aceh Junaidi, SST., M.Pd., dan Kabid SMK Tarmidhi, S.ST., M.Si.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin menekankan pentingnya akurasi dan pemutakhiran data pendidikan, khususnya Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Data Dapodik bukan sekadar angka. Ini adalah denyut nadi kebijakan pendidikan kita. Kalau datanya salah, maka bantuan, perencanaan, hingga program yang kita jalankan bisa meleset dan tidak tepat sasaran,” tegas Murthalamuddin.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperbaiki sekaligus memperbarui data sekolah masing-masing. Validasi mencakup data peserta didik, guru, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta data personal lainnya.
“Jangan sampai ada siswa yang tidak terdata, guru yang NUPTK-nya bermasalah, atau sarana yang tidak masuk sistem. Semua harus sinkron karena ini menyangkut hak siswa dan kesejahteraan pendidik,” ujarnya.
Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Administrasi
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam pengelolaan administrasi sekolah berbasis sistem, terutama terkait penginputan, validasi, dan pemutakhiran Dapodik.
Melalui pengelolaan data yang lebih akurat dan terintegrasi, Dinas Pendidikan Aceh berharap pelayanan pendidikan di tingkat SMA dan SMK dapat berlangsung lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Kabid GTK Junaidi mengatakan, tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan administrasi sekolah berjalan dengan baik.
“Bapak Ibu adalah ujung tombak. Jika administrasi di sekolah rapi dan data valid, maka kepala sekolah dan guru bisa lebih fokus ke pembelajaran,” kata Junaidi.
Sementara itu, Kabid SMK Tarmidhi menyoroti pentingnya validitas data dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Menurutnya, data lulusan, keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan industri atau link and match, hingga sertifikasi kompetensi sangat bergantung pada ketepatan dan kelengkapan data Dapodik SMK.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung dan diskusi untuk membahas berbagai kendala pengelolaan data yang dihadapi di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Aceh berharap tenaga kependidikan semakin profesional dan mampu mengelola data secara akurat sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Aceh.
Semangat #SipatAteeNibakAtee turut menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Aceh dalam mendorong transformasi pendidikan menuju pelayanan yang lebih baik.
Informasi mengenai Dinas Pendidikan Aceh dapat diakses melalui disdik.acehprov.go.id.[]
