Dukung Petani Aceh Besar, Kodim 0101/KBA Bersihkan Irigasi dan Salurkan 25 Pompa Air

Editor: Syarkawi author photo

 

Penyerahan mesin pompa air kepada kelompok tani dan masyarakat, saat kegiatan Karya Bakti TNI yang berlangsung di halaman Masjid Baital Halim, Gampong Lamteh Dayah, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (9/9/2026). Foto: MC Aceh Besar

ACEH BESAR – Dukungan TNI terhadap sektor pertanian di Kabupaten Aceh Besar terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan Karya Bakti pembersihan saluran irigasi serta penyerahan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani dan masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baital Halim, Gampong Lamteh Dayah, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Rabu (9/9/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0101/KBA yang dinilai telah memberikan dukungan nyata terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam menjaga kelancaran pengairan lahan pertanian.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Dandim 0101/KBA beserta seluruh jajaran yang telah turun langsung membantu membersihkan saluran irigasi dan memberikan dukungan terhadap kebutuhan pengairan pertanian,” ujar Imam.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pemeliharaan saluran irigasi menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan pembersihan menyasar sejumlah saluran irigasi di kawasan Gampong Kling Manyang, Lampanah Ineu, dan Lamlheu. Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju areal persawahan masyarakat.

Imam mengatakan, infrastruktur irigasi merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, pemeliharaan saluran air membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.

“Persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan dukungan semua pihak agar kebutuhan petani dapat kita respons dengan cepat dan tepat,” katanya.

Kodim Salurkan 25 Mesin Pompa Air

Dandim 0101/KBA Kolonel Inf. Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., mengatakan kegiatan Karya Bakti tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Intinya kami rakyat, bersama rakyat dan selalu berbuat dengan rakyat, akhirnya juga untuk rakyat,” ujar Faurizal.

Dalam kegiatan tersebut, Kodim 0101/KBA turut menyerahkan 25 mesin pompa air kepada kelompok tani dan masyarakat.

Faurizal menjelaskan, jajaran Kodim terus memetakan berbagai kebutuhan masyarakat melalui Babinsa, Danramil maupun laporan yang disampaikan langsung kepada jajaran Kodim. Berbagai persoalan tersebut selanjutnya diupayakan untuk ditangani secara bertahap sesuai kemampuan.

Selain pembersihan saluran irigasi, dukungan sarana pengairan juga telah dilakukan melalui penyaluran mesin pompa air di sejumlah wilayah Aceh Besar, antara lain Kuta Cot Glie, Ingin Jaya, Blang Bintang, dan beberapa kawasan lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani dan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air sehingga aktivitas pertanian tetap dapat berjalan.

Kodim 0101/KBA juga mendorong pengembangan jaringan pipanisasi dan sumur bor di sejumlah kawasan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Lhoknga dan Peukan Bada, yang memiliki areal persawahan sekitar 200 hektare dan membutuhkan jaringan pipanisasi sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer.

Faurizal berharap dukungan pemerintah dan instansi teknis dapat memperkuat upaya tersebut sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Pemulihan Sawah Terdampak Kerusakan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP., turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan dan penguatan sektor pertanian.

Ia menyebut sekitar 57.000 hektare sawah di Aceh terdampak kerusakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 27.000 hektare masuk kategori rusak ringan, 13.000 hektare rusak sedang, 16.000 hektare rusak berat, dan sekitar 125 hektare dilaporkan hilang.

Menurut Azanuddin, pemerintah terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap lahan terdampak. Untuk kerusakan ringan dan sedang, fasilitasi perbaikan telah dilakukan melalui Kementerian Pertanian, sementara kerusakan berat masih membutuhkan proses pendataan, pemetaan, dan rehabilitasi.

Ia menegaskan, kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian. TNI dan Polri, kata dia, memiliki peran strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat gampong.

Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Karya Bakti tersebut menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong dalam menjaga infrastruktur pertanian dan mendukung kebutuhan petani.

Imam Munandar menegaskan, Pemkab Aceh Besar akan terus berkoordinasi dengan TNI, pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita berharap sinergi ini terus berlanjut. Dengan dukungan semua pihak, mudah-mudahan infrastruktur pertanian semakin baik, pengairan semakin lancar, dan pada akhirnya memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan petani Aceh Besar,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur BWS I Sumatera Kementerian Pekerjaan Umum, Polda Aceh, Danlanud SIM, Kejati Aceh, PUPR Aceh, Kejari Aceh Besar, Kapolres Aceh Besar, Muspika Kecamatan Suka Makmur, para mukim, keuchik, serta kelompok tani.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini