LHOKSUKON – Kapolsek Langkahan, Ipda Irvan, S.H., menerima penghargaan sebagai Tokoh Sosial/Kemanusiaan dari Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam rangkaian peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai di Lapangan Landing, Lhoksukon, Minggu (13/9/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kepedulian, dan pengabdian Ipda Irvan kepada masyarakat. Penyerahan piagam dilakukan bersamaan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh lain dalam berbagai kategori.
Selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Ipda Irvan dikenal tidak hanya aktif menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kiprahnya mulai mendapat perhatian ketika bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Langkahan pada 2019. Saat itu, ia aktif membantu masyarakat di wilayah pelosok yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan maupun ekonomi.
Salah satu aksi yang dikenang masyarakat adalah kepeduliannya terhadap anak-anak di pedalaman Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka. Ia membantu menyediakan sampan agar anak-anak dapat menyeberangi sungai untuk bersekolah.
Tidak berhenti di bidang pendidikan, Ipda Irvan juga mendirikan perpustakaan mini dan menyediakan buku bacaan bagi anak-anak di daerah tersebut sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi.
Kepedulian serupa diwujudkannya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia pernah memberikan 100 ekor bibit bebek kepada seorang janda di Desa Leubok Mane. Ia juga membeli kambing untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk dua janda lansia di Desa Tanjong Dalam, serta membantu masyarakat di kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan.
Bantuan kemanusiaan juga diberikan kepada Asiah (56), warga Desa Bantayan yang menderita kanker. Ipda Irvan bahkan mendampingi seorang anak penyandang disabilitas hingga mendapatkan penanganan medis di RS Cut Meutia Lhokseumawe.
Saat pandemi COVID-19 melanda, Ipda Irvan bersama istrinya menyisihkan dana pribadi sebesar Rp7 juta untuk membeli sembako yang kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa dan penyandang disabilitas terdampak pandemi.
Semangat nasionalismenya juga pernah ditunjukkan pada peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada 2020. Saat itu, ia memanjat tower setinggi 60 meter untuk mengibarkan bendera Merah Putih.
Dedikasi tersebut turut mendapat perhatian dari Mabes Polri. Ipda Irvan memperoleh kuota khusus Kapolri untuk mengikuti pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri pada 2022.
Di tengah kesibukan mengikuti pendidikan, kepeduliannya terhadap masyarakat tetap berjalan. Ia antara lain membagikan 230 kitab ke pesantren, menyediakan pakaian Lebaran bagi anak yatim, serta menyumbangkan 250 mushaf Al-Qur'an kepada sejumlah dayah di Aceh dan sekitarnya.
Kegiatan sosial yang dilakukan Ipda Irvan juga menjangkau masyarakat di luar Aceh. Ia berhasil menggalang dana sebesar Rp123.770.000 untuk membantu warga Palestina melalui lembaga kemanusiaan Global Ihsan Relief Indonesia.
Menjelang Idul Fitri 2025, ia membelikan pakaian baru untuk 42 anak yatim dan menyalurkan zakat kepada 200 kaum dhuafa di Aceh Utara dan Aceh Timur. Ia juga memberikan modal usaha Rp5 juta kepada seorang janda untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonominya.
Kepedulian tersebut terus berlanjut. Setiap bulan, Ipda Irvan memberikan beasiswa Rp500.000 kepada tiga anak yatim yang sedang menempuh pendidikan di pesantren.
Pada bulan Ramadan, ia membagikan air minum kepada anak-anak yang mengikuti tadarus serta menyediakan pakaian dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjelang tahun ajaran baru.
Melalui program Jumat berkah, ia juga rutin membagikan nasi kotak kepada tukang becak dan pedagang kaki lima. Bantuan berupa kitab dan es krim juga diberikan kepada santri dan jamaah masjid.
Ketika bencana banjir melanda sejumlah wilayah Aceh, Ipda Irvan turut bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Sawang, Lapang, Tanah Jambo Aye, Lhoksukon, dan Langkahan, Aceh Utara. Bantuan juga disalurkan ke sejumlah wilayah di Aceh Timur, seperti Pante Bidari, Simpang Ulim, Madat, dan Simpang Jernih.
Pasca-banjir, kepeduliannya berlanjut pada tahap pemulihan. Bersama dukungan para donatur Geubibu, ia terlibat dalam pembersihan sekitar 170 sumur cincin masyarakat serta pembangunan 30 sumur bor di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.
Menjelang Idul Fitri 2026, Ipda Irvan kembali memberikan pakaian Lebaran kepada 150 anak yatim dan warga kurang mampu di Aceh Utara dan Aceh Timur.
Sementara menjelang tahun ajaran baru, puluhan pakaian dan perlengkapan sekolah disalurkan kepada anak-anak yatim di Kecamatan Langkahan.
Bagi Ipda Irvan, berbagai kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai anggota Polri sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Seragam ini bukan hanya lambang kewenangan, tetapi juga simbol amanah. Saya hanya berusaha menjalankan tugas sebagai manusia yang berguna bagi sesama,” ujar Ipda Irvan.
Penghargaan yang diterimanya dalam peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai menjadi bentuk pengakuan atas konsistensinya dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Kiprah Ipda Irvan menunjukkan bahwa pengabdian anggota Polri tidak semata-mata diwujudkan melalui tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.
Kehadiran polisi juga dapat dirasakan melalui kepedulian, gotong royong, dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat, sosok Ipda Irvan menjadi gambaran bahwa semangat “Seragam untuk Negeri, Mengayomi dengan Hati, Berbakti untuk Kemanusiaan” dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.[]
