PIDIE – Pemerintah Kabupaten Pidie memperkuat persatuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Apel Kebangsaan Indonesia Damai dan Apel Gelar Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman Gedung PCC, Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, mulai pukul 08.30 WIB. Apel diikuti unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra, S.H., Kajari Pidie Rajendra Dharmalingga Wiritanaya, S.H., M.H., serta Sekda Pidie Drs. Samsul Azhar.
Turut hadir jajaran kepala SKPK dan unsur terkait lainnya.
Personel yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut berasal dari Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, BPBD, SAR, Tagana, PMI, Damkar, Satpol PP dan WH, para camat, ASN Pemkab Pidie, hingga unsur Pemuda Pancasila.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan apel, laporan pimpinan apel, penyampaian amanat pembina apel, dan pembacaan doa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan personel serta berbagai peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki Kabupaten Pidie.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor. Koordinasi yang solid, kesiapan personel, serta dukungan peralatan menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Apel Kebangsaan Indonesia Damai menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan meningkatkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pidie.
Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana bersama jajaran Polres Pidie turut memastikan kesiapan personel dalam mendukung penanggulangan bencana sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Pidie diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu memberikan respons yang cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Bersatu dalam kebangsaan, sigap menghadapi bencana.[]
