Mahasiswa USK Raih Medali Perak dan Best Presentation di Kompetisi Nasional NEIRA 3

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH — Inovasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dalam memanfaatkan lumpur banjir sebagai bahan baku material konstruksi tanpa proses pembakaran berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.

Tim mahasiswa USK yang mengusung nama Krueng Brick meraih Silver Medal pada kategori Business Plan bidang Lingkungan sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang National Empowerment, Innovation, Research and Art (NEIRA) Competition 3 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 29–30 Agustus 2026.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan lumpur banjir yang banyak ditemukan setelah bencana, khususnya di sejumlah wilayah Aceh seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. 

Material yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai sisa dan harus dibersihkan serta dibuang, dikembangkan menjadi bahan alternatif untuk pembuatan batu bata atau material konstruksi.

Dalam gagasannya, tim Krueng Brick memadukan lumpur banjir dengan abu sekam padi dan semen untuk menghasilkan material konstruksi bernilai guna dan ekonomi. Proses pembuatannya dirancang tanpa pembakaran seperti pada produksi batu bata konvensional.

Pendekatan tersebut tidak hanya menawarkan inovasi dari sisi material, tetapi juga dikembangkan melalui model bisnis berbasis ekonomi sirkular. Material sisa pascabanjir diarahkan kembali ke dalam rantai produksi untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah.

Dalam kategori Business Plan, tim menyusun konsep secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengendalian kualitas, pemasaran, hingga distribusi.

Pemanfaatan abu sekam padi juga menjadi bagian dari strategi untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kombinasi tersebut, tim berupaya menghubungkan persoalan lingkungan dengan peluang menciptakan produk bernilai tambah.

Dari sisi pasar, produk Krueng Brick diarahkan untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi dengan mempertimbangkan aspek harga dan nilai guna. Sasaran konsumen meliputi masyarakat umum, pemilik rumah yang melakukan renovasi, kontraktor, pengembang, serta pihak lain yang membutuhkan material konstruksi.

Pengembangan pasar direncanakan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Setelah melalui proses validasi produk dan pasar, pemasaran ditargetkan dapat diperluas ke seluruh Aceh dan kemudian ke wilayah lain di Indonesia.

Aspek kualitas juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan inovasi tersebut. Pengujian dan penyempurnaan produk terus diperlukan untuk memastikan material yang dihasilkan memenuhi standar dan kebutuhan penggunaan sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih luas.

Tim Krueng Brick terdiri atas Muhammad Hafizh Arkan Ritonga, Isnaini Ramadhani, dan Meilani Sabrina dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) USK, serta Muhammad Riskan Rajabi dari Program Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK.

Tim tersebut mendapat bimbingan intensif dari Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., dosen tetap Program Studi Teknik Kimia USK.

NEIRA Competition 3 merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Sentosa Foundation berkolaborasi dengan PRISMA dan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan UGM. 

Kompetisi tersebut mengusung tema “Sinergi Kreativitas dan Intelektualitas Pemuda untuk Indonesia Berkelanjutan”.

Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan serta mempresentasikan gagasan inovatif melalui kategori esai dan business plan dalam berbagai bidang, antara lain teknologi, lingkungan, pendidikan, pertanian, serta sosial-ekonomi.

Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, M.Eng.Sc., IPM., ASEAN.Eng., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa FT USK.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki semangat untuk terus berkarya dan berinovasi. Hal itu juga dinilai sejalan dengan semangat peningkatan mutu dan raihan akreditasi internasional di Fakultas Teknik USK.

“Kami mengucapkan selamat atas prestasi yang mengharumkan nama Fakultas Teknik dan USK. Semoga karya mahasiswa USK ini terus dikembangkan dan tentunya memberikan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., mengaku bersyukur atas kerja keras tim yang berhasil menghasilkan prestasi membanggakan tersebut.

Ia berharap capaian itu dapat memacu kreativitas dan inovasi mahasiswa USK agar terus berkontribusi melalui berbagai prestasi.

“Dengan tercapainya prestasi ini, diharapkan dapat memacu kreativitas dan inovasi seluruh mahasiswa USK untuk selalu berkontribusi dalam mencapai prestasi,” katanya.

Rina juga menilai kolaborasi lintas program studi seperti yang dilakukan tim Krueng Brick perlu terus dikembangkan.

“Model kerja sama lintas prodi ini juga sangat diharapkan untuk terus dilakukan demi membangun kolaborasi yang handal di masa yang akan datang,” ujarnya.

Perolehan Silver Medal dan Best Presentation di NEIRA 3 menjadi capaian penting bagi tim Krueng Brick dalam membawa gagasan pemanfaatan lumpur banjir sebagai material konstruksi ke tingkat nasional.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi tim untuk melanjutkan pengembangan inovasi melalui penyempurnaan produk, pengujian lebih lanjut, validasi pasar, dan pengembangan proses produksi.

Melalui inovasi Krueng Brick, material sisa pascabanjir diarahkan memiliki fungsi baru sebagai bahan material konstruksi. 

Perpaduan pemanfaatan material sisa, proses produksi tanpa pembakaran, dan konsep ekonomi sirkular diharapkan dapat menjadi alternatif dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang inovasi dan pengembangan bisnis.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini