MEDAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog antarpemerintah, tetapi berkembang menjadi platform yang mampu menghasilkan program dan proyek konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.
Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam kegiatan IMT-GT yang berlangsung di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026).
Menurut Tito, tantangan utama IMT-GT bukan sekadar mempertahankan agenda pertemuan antarpemerintah, melainkan memastikan berbagai gagasan yang muncul dalam forum tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata.
Ia menilai pemerintah pusat maupun daerah memiliki peran penting dalam mendorong terwujudnya berbagai bentuk kolaborasi, termasuk kerja sama antardaerah melalui konsep kota kembar (sister city) maupun provinsi kembar (sister province) dengan wilayah di Malaysia dan Thailand.
Tito juga menyoroti besarnya potensi ekonomi kawasan, khususnya hubungan antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera.
Menurutnya, jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta beragam komoditas unggulan merupakan modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.
Salah satu komoditas yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan ialah karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara sejumlah wilayah di Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut.
“Potensi ini harus dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Tito.
Selain karet, Sumatera memiliki beragam potensi sumber daya alam, mulai dari minyak dan gas bumi, emas, hingga sektor pertanian dan perkebunan.
Pulau Sumatera juga memiliki sekitar 63 juta penduduk yang sebagian besar berada dalam kelompok usia produktif.
Potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand.
Kondisi ini dinilai dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta berbagai bentuk kerja sama ekonomi lainnya.
Mendagri menekankan pentingnya hubungan antarpemerintah daerah dalam menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT menjadi program yang lebih konkret dan dekat dengan masyarakat.
“Saya mendorong para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara untuk memanfaatkan forum ini dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” katanya.
Tito berharap kerja sama yang dibangun melalui IMT-GT tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, tetapi mampu melahirkan program yang dapat diukur hasilnya serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan.[]
