LOMBOK BARAT — Seorang pemuda berinisial Sugirman (24) ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Dusun Golong, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (9/9/2026) siang.
Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas kemudian mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Kami langsung mengamankan TKP, meminta keterangan saksi dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta Inafis Satreskrim Polresta Mataram untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ariawan saat ditemui di lokasi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak korban, Nurhayati (35), sekitar pukul 14.15 Wita. Saat itu, Nurhayati datang ke rumah adiknya untuk mengantarkan makanan.
Setibanya di rumah, Nurhayati sempat memanggil Sugirman beberapa kali. Namun, tidak mendapat jawaban. Ia kemudian membuka pintu kamar dan mendapati adiknya dalam kondisi tidak bernyawa.
Nurhayati kemudian meminta pertolongan. Teriakannya membuat sejumlah warga berdatangan ke lokasi dan membantu proses evakuasi korban sebelum petugas kepolisian serta tenaga kesehatan tiba.
Dari hasil pendalaman awal, polisi menemukan adanya pesan WhatsApp yang dikirim korban kepada Nurhayati sekitar pukul 09.30 Wita.
Dalam pesan tersebut, korban menulis, “Kak saya jalan lebih dulu.”
Petugas Puskesmas Keru kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban. Hasil pemeriksaan menemukan bekas ikatan pada bagian leher, namun tidak ditemukan luka lain pada tubuh korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan. Polisi masih mendalami kondisi korban sebelum kejadian, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi maupun tekanan psikologis.
Ariawan mengatakan pihak keluarga telah menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses penanganan serta pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ujarnya.
Polisi memastikan penanganan kasus dilakukan dengan tetap menghormati pihak keluarga. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi orang-orang di lingkungan sekitar, terutama apabila terdapat seseorang yang menunjukkan tanda-tanda sedang menghadapi tekanan berat atau persoalan psikologis.[]
