Pohon Pule Raksasa Terbakar di Hutan Suranadi, Api Padam Setelah Dua Jam

Editor: Syarkawi author photo

 


LOMBOK BARAT — Pohon pule berukuran besar terbakar di kawasan Hutan Suranadi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (8/9/2026). 

Pohon dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter mencapai 2 meter tersebut terbakar selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Kebakaran pertama kali diketahui I Made Merning (60) sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, Made hendak menuju kandang ayam tempatnya bekerja ketika melihat kepulan asap dan kobaran api pada bagian pohon.

Made kemudian meminta I Ketut Wiardane (48) menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Suranadi. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel kepolisian bersama TNI dan warga ke lokasi untuk melakukan pemadaman awal.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, petugas gabungan berupaya memadamkan api setelah menerima laporan. Namun, posisi titik api yang berada di bagian atas pohon membuat proses pemadaman membutuhkan bantuan kendaraan pemadam kebakaran.

“Kami bersama Posramil dan warga langsung melakukan pemadaman awal. Karena api masih berada di bagian atas pohon, kami segera menghubungi Damkar Lombok Barat,” kata Ariawan.

Upaya pemadaman awal sempat membuat kobaran api mengecil. Namun, titik api masih terlihat di bagian atas pohon sehingga Piket SPKT Polsek Narmada kembali berkoordinasi dengan Damkar Lombok Barat.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dengan delapan personel tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 Wita. Petugas Damkar bersama personel Polsek Narmada, Koramil Narmada, dan masyarakat kemudian melanjutkan proses pemadaman hingga memastikan tidak ada lagi titik api.

Sekitar pukul 11.30 Wita, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Diduga Berawal dari Aktivitas Mencari Madu

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang sedang mencari madu. Warga diduga membakar serabut kelapa kering untuk mengusir lebah.

Percikan api kemudian diduga jatuh ke ranting dan daun kering di sekitar pohon hingga memicu kebakaran.

“Meski demikian, dugaan ini masih menjadi informasi awal berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan,” terang Ariawan.

Kapolsek Narmada mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan dan terdapat material kering yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau material kering sembarangan, terutama di kawasan yang banyak terdapat pepohonan dan mudah terbakar,” ujarnya.

Polsek Narmada juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan maupun lingkungan permukiman. Respons cepat sejak awal diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini