LOMBOK UTARA — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memperkuat pengamanan kunjungan resmi Putri Mahkota Victoria dari Kerajaan Swedia di Kabupaten Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).
Pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan rombongan kerajaan selama berada di Pulau Lombok.
Dalam kunjungan tersebut, Putri Mahkota Victoria menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya kediaman resmi Bupati Lombok Utara dan kawasan cagar budaya Rumah Adat Bayan. Rombongan Kerajaan Swedia turut didampingi Gubernur NTB bersama jajaran pejabat Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memastikan kunjungan tamu VVIP dan internasional di wilayah NTB berlangsung aman dan lancar.
“Pengamanan yang dilakukan personel Polri pada kegiatan tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman dan lancar. Di samping itu, keamanan dan keselamatan tamu daerah tersebut harus dipastikan benar-benar terjaga,” ujar Kholid.
Pengamanan di lapangan dilaksanakan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTB. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Pengamanan tidak hanya diarahkan pada aspek keselamatan rombongan, tetapi juga mencakup pengaturan arus lalu lintas serta pemeliharaan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi yang dikunjungi,” jelasnya.
Kholid menambahkan, Polda NTB berkoordinasi dengan sejumlah unsur pengamanan lainnya, termasuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), TNI, dan pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan prosedur pengamanan selama seluruh rangkaian agenda kunjungan.
Polda NTB memastikan setiap tahapan pengamanan dilaksanakan secara profesional dan terukur. Meski menerapkan standar pengamanan tinggi terhadap tamu internasional, personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat.
“Upaya ini kita harapkan dapat menjaga keamanan sekaligus mendukung kelancaran agenda kegiatan tamu internasional selama berada di Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga seluruh rangkaian kunjungan dapat berlangsung dalam suasana aman, nyaman, dan tertib,” tandas Kholid.[]
