MATARAM — Polisi mencegah potensi tawuran antarkelompok anak di wilayah Majeluk, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah anak diamankan setelah masuk ke lingkungan SMPN 16 Mataram dan ditemukan membawa ketapel serta anak panah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) siang. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pihak SMPN 16 Mataram sekitar pukul 14.30 Wita terkait keberadaan empat anak yang tidak dikenal di lingkungan sekolah.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bhabinkamtibmas setempat, ditemukan barang bukti berupa satu buah ketapel dan satu anak panah yang dibawa oleh salah satu dari mereka,” ujar Amrozi, Senin malam.
Berdasarkan pemeriksaan awal, keempat anak tersebut diduga masuk ke lingkungan sekolah untuk mencari tempat berlindung karena sedang dicari oleh kelompok lain. Kelompok yang disebut sebagai lawan mereka diketahui berasal dari Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya.
Perselisihan antarkelompok tersebut diduga bermula dari aksi saling ejek yang kemudian berkembang menjadi saling tantang. Polisi pun segera mengambil langkah pencegahan untuk menghindari perselisihan berkembang menjadi aksi kekerasan.
“Karena anak-anak yang bermasalah ini, baik kelompok yang mengamankan diri maupun lawannya, berasal dari satu lingkungan yang sama di Karang Tapen, personel kami langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Cilinaya serta perangkat kewilayahan setempat,” jelas Amrozi.
Koordinasi kemudian dilakukan dengan melibatkan orang tua dari kedua kelompok. Persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di wilayah Cilinaya dengan melibatkan perangkat lingkungan, tokoh masyarakat, serta keluarga masing-masing anak.
Setelah proses penyelesaian, anak-anak tersebut dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Sementara itu, polisi mengamankan satu ketapel dan satu anak panah yang ditemukan dalam pemeriksaan untuk mencegah barang tersebut kembali digunakan.
Amrozi meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, terutama pada malam hari. Pengawasan juga perlu dilakukan terhadap aktivitas anak di media sosial yang berpotensi memengaruhi perilaku mereka.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh orang tua agar lebih ketat menjaga dan mengawasi pergaulan putra-putrinya, terutama pada malam hari. Selain itu, waspadai pengaruh negatif dari media sosial melalui handphone yang saat ini sangat mudah diakses oleh anak-anak,” pungkasnya.[]
