Aceh Tenggara – Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara) bersama Babinsa, pekerja dan masyarakat terus mempercepat pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Lawe Ger Ger dengan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (11/9/2026).
Percepatan pembangunan dilakukan melalui sejumlah tahapan pekerjaan teknis di lapangan. Salah satu pekerjaan yang sedang dikerjakan yakni pengencangan sling bagian bawah jembatan sebagai bagian dari persiapan pemasangan rangka lantai.
Ketua Tim Pembangunan sekaligus Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, khususnya sebagai akses penghubung antarwilayah.
“Kami hadir untuk memastikan proses pembangunan berjalan aman, lancar dan tepat sasaran. Bersama masyarakat, kami terus bergotong royong mempercepat pembangunan jembatan ini agar nantinya dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujar Jumadin.
Di lokasi pembangunan, personel Satgas bersama masyarakat mengerjakan sejumlah tahapan konstruksi. Pekerjaan tersebut meliputi melangsir material ke titik pembangunan, pengecoran pondasi angkur, pengerjaan pondasi tiang pilon, perakitan besi pondasi di sisi jembatan serta pengencangan sling bagian bawah.
Pengencangan sling dilakukan secara cermat untuk memastikan posisi dan kekuatan konstruksi sesuai dengan tahapan pekerjaan. Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan dengan pemasangan rangka lantai jembatan secara bertahap.
Menurut Jumadin, keberadaan Jembatan Gantung Perintis sangat penting bagi masyarakat Lawe Ger Ger, Lawe Pinis dan wilayah sekitarnya. Selain mempermudah mobilitas, jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan dan kebutuhan sosial masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan pembangunan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat agar setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan secara optimal,” katanya.
Keterlibatan masyarakat turut menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Warga membantu menyiapkan dan melangsir material serta terlibat langsung dalam sejumlah pekerjaan fisik bersama personel Satgas di lokasi.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap pembangunan sarana penghubung yang dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari.
Kehadiran personel Satgas dan Babinsa di lokasi juga menjadi bagian dari upaya TNI membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.
Jumadin mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan selama proses pembangunan berlangsung.
“Pembangunan ini merupakan kepentingan bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong agar jembatan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga,” ujarnya.
Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis sekaligus membuka akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Dengan dukungan Satgas, Babinsa, pekerja dan masyarakat, pembangunan jembatan terus dikebut secara bertahap.
Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan mendukung aktivitas masyarakat di Kecamatan Ketambe.[]
