Pidie Jaya – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 19/Meureudu, Kopral Satu (Koptu) Sodiq Susilo Hadi, melaksanakan pengecekan dan pemantauan kondisi banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Desa Glumpang Tutong, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu (24/11/2024).
Kegiatan ini dilakukan bersama perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi dampak yang lebih luas dari banjir. Pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna menangani situasi.
Curah hujan yang terus mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Desa Glumpang Tutong tergenang air. Selain memonitor ketinggian air, Koptu Sodiq juga memberikan arahan kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan perkembangan situasi kepada pihak terkait.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan dukungan kepada perangkat desa dalam menangani situasi ini. Kerja sama antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat sangat penting agar dampak banjir dapat diminimalkan,” ujar Koptu Sodiq Susilo Hadi.
Selain itu, Babinsa juga memantau kondisi infrastruktur desa seperti jalan dan jembatan yang berpotensi terdampak akibat banjir, serta membantu warga yang membutuhkan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Perangkat desa Glumpang Tutong menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang sigap membantu masyarakat di tengah kondisi darurat. “Keberadaan Babinsa memberikan rasa aman dan semangat bagi warga dalam menghadapi situasi banjir ini,” ungkap salah satu perangkat desa.
Kodim 0102/Pidie Jaya terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan langkah-langkah penanganan banjir berjalan optimal. Babinsa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
TNI melalui para Babinsa berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk bencana alam, sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.[]
