Kuala Bubun Kini Miliki Rumah Singgah Bagi Warga Simeulue, Berkat Program Teuku Reza Fahlevi

Editor: Syarkawi author photo

 

Aceh Barat - Penjabat Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, M.M., melalui Pj. Sekda Kabupaten Simeulue, Dodi Juliardi Bas, S.STP., M.M., meninjau langsung rumah singgah di kawasan Pelabuhan Kuala Bubun, Aceh Barat, pada Selasa, 19 November 2024. Dalam kunjungan tersebut, Dodi memastikan kesiapan fasilitas dan kebersihan lingkungan rumah singgah.  

Pemerintah Kabupaten Simeulue terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan dari Pulau Simeulue ke daratan Aceh. Salah satu langkah nyata adalah penyediaan fasilitas rumah singgah di lokasi strategis, seperti Pelabuhan Kuala Bubun, Aceh Barat, dan Pelabuhan Calang, Aceh Jaya.  

Program ini bertujuan memberikan tempat istirahat sementara bagi warga, terutama saat terjadi pembatalan keberangkatan kapal akibat cuaca buruk atau alasan lain yang mengharuskan penundaan perjalanan. Dengan adanya rumah singgah, masyarakat tak perlu lagi mencari penginapan mendadak yang bisa meningkatkan beban biaya.  

"Rumah singgah ini berlokasi hanya 50 meter dari pelabuhan, sehingga sangat strategis dan memudahkan masyarakat. Kami juga akan memperbaiki beberapa fasilitas agar tempat ini semakin nyaman digunakan," ujar Dodi Juliardi.  

Untuk kemudahan akses, kunci rumah singgah telah diserahkan kepada Dedi Bastian, seorang putra asli Simeulue yang bertugas di Pelabuhan Kuala Bubun, serta kepada Pak Din, pemilik rumah makan di sekitar pelabuhan. Dengan langkah ini, masyarakat dapat mengakses rumah singgah kapan saja.  

Program ini merupakan inisiatif langsung Penjabat Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, M.M., dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Simeulue. Keberadaan rumah singgah ini diharapkan menjadi solusi praktis sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga selama perjalanan mereka.  

Rumah singgah di Kuala Bubun, Calang, dan Labuhan Haji menjadi langkah awal dalam pengembangan fasilitas serupa di lokasi lain. Program ini membuktikan perhatian pemerintah Kabupaten Simeulue terhadap kebutuhan warganya, terutama yang sering bepergian ke daratan Aceh.  

Dengan berbagai persiapan yang terus dilakukan, warga Simeulue kini dapat merasa lebih tenang dalam perjalanan jauh. Rumah singgah ini bukan hanya solusi praktis, tetapi juga simbol nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakatnya. (Zn)

Share:
Komentar

Berita Terkini