Pidie – Dalam rangka mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, Babinsa Koramil 21/Kota Sigli Kodim 0102/Pidie, Sertu Fadli, menghadiri kegiatan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan di Desa Menasah Pekan, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, pada Rabu (18/6/2025).
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif pemerintah desa setempat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta para warga yang antusias mengikuti jalannya musyawarah pembentukan BUMDes.
Babinsa Sertu Fadli yang hadir mewakili Koramil 21/Kota Sigli menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembentukan BUMDes tersebut. Ia menilai bahwa keberadaan BUMDes sangat penting sebagai wadah untuk mengelola usaha ekonomi desa secara profesional dan berkelanjutan.
“BUMDes merupakan motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Melalui badan usaha ini, potensi yang dimiliki desa dapat dikelola secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami dari TNI, khususnya Koramil 21/Kota Sigli, siap mendukung dan turut mengawal prosesnya agar berjalan dengan baik,” ujar Sertu Fadli dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Babinsa juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat aktif, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program BUMDes nantinya.
Partisipasi masyarakat menurutnya menjadi kunci sukses dari pengelolaan BUMDes yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, Sertu Fadli juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dalam setiap kegiatan pembangunan.
Menurutnya, kekompakan dan semangat gotong royong adalah fondasi utama dalam menciptakan kemajuan desa.
Sementara itu, Kepala Desa Menasah Pekan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Babinsa dan jajaran TNI yang selama ini selalu hadir dalam berbagai kegiatan di desa. Ia berharap keberadaan BUMDes ini nantinya dapat menjadi solusi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Dengan terbentuknya BUMDes ini, kami berharap dapat membuka peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja lokal, dan meningkatkan pendapatan desa secara keseluruhan,” ungkapnya.
Kegiatan pembentukan BUMDes ini ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan warga yang hadir.
Suasana musyawarah berlangsung dalam suasana yang demokratis, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat memperkuat peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial dan mitra strategis masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.[]
