Pidie – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, anggota Koramil 26/Grong-Grong Kodim 0102/Pidie, Sertu M. Idris, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan harga sembako di sejumlah warung dan pasar tradisional di wilayah Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, pada Rabu (18/06/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh Babinsa untuk memastikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tetap terpantau dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, Sertu M. Idris berinteraksi langsung dengan para pedagang serta warga yang berbelanja, guna mendapatkan informasi aktual terkait perkembangan harga bahan kebutuhan pokok.
Menurut keterangan Sertu M. Idris, pemantauan harga sembako ini penting dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral TNI, khususnya aparat kewilayahan, dalam membantu pemerintah mengawasi dan mengendalikan potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
“Kami melaksanakan pengecekan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, dan kebutuhan dapur lainnya. Selain untuk memonitor harga, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial kami dengan para pedagang dan masyarakat,” ujar Sertu M. Idris di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa dari hasil pemantauan di lapangan, harga sembako di wilayah Kecamatan Grong-Grong masih dalam kategori stabil.
Namun demikian, pihaknya tetap akan melaporkan perkembangan harga ini kepada komando atas sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut apabila ditemukan ketidakwajaran atau indikasi lonjakan harga yang signifikan.
Masyarakat dan pedagang yang ditemui menyambut baik kehadiran Babinsa yang aktif turun ke lapangan.
Mereka mengaku merasa lebih diperhatikan, terlebih saat kondisi ekonomi masih mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor, seperti distribusi barang dan cuaca yang memengaruhi pasokan bahan pangan.
Sementara itu, Danramil 26/Grong-Grong, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan harga sembako oleh para Babinsa merupakan langkah konkret untuk mendukung ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
“Babinsa merupakan ujung tombak TNI di wilayah. Dengan terjun langsung ke pasar dan berbicara dengan masyarakat, mereka dapat memberikan laporan yang akurat terkait kondisi sosial dan ekonomi di lapangan. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan baik di tingkat desa maupun kecamatan,” jelas Danramil.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jajaran Koramil 26/Grong-Grong akan terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat dan menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara aparat teritorial dan masyarakat serta menjadi salah satu cara efektif dalam menciptakan wilayah yang aman, tenteram, dan sejahtera.[]
