Pidie Jaya — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergi antara TNI dan masyarakat, Babinsa Koramil 27/Jangka Buya Kodim 0102/Pidie, Serka Hismullah, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan warga binaannya di Desa Meuko Jurong, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu (11/6/2025).
Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari tugas pokok Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan dalam membina hubungan harmonis antara TNI dengan masyarakat.
Melalui pendekatan humanis dan dialog yang hangat, Serka Hismullah menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, keamanan lingkungan, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan di desa.
"Komsos ini bertujuan untuk menjalin kedekatan dengan warga, mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, serta membangun kepercayaan dan kerjasama yang berkelanjutan antara TNI dan masyarakat," ujar Serka Hismullah di sela-sela kegiatan.
Selain itu, melalui kegiatan ini Babinsa juga dapat memonitor secara langsung perkembangan situasi dan kondisi wilayah binaan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun keamanan, sehingga dapat dilakukan langkah antisipatif yang cepat dan tepat bila diperlukan.
Warga Desa Meuko Jurong menyambut baik kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka. Mereka mengungkapkan rasa senang dan apresiasi atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh TNI, khususnya Koramil 27/Jangka Buya, dalam mendampingi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Danramil 27/Jangka Buya, dalam keterangannya terpisah, menegaskan bahwa kegiatan komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh para Babinsa di wilayah.
"Melalui komsos, Babinsa bisa mengetahui situasi dan dinamika masyarakat serta menjadi jembatan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi warga," jelasnya.
Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin solid, yang pada akhirnya dapat menciptakan situasi wilayah yang aman, tenteram, dan kondusif.
Kegiatan komsos ini berjalan dengan penuh keakraban, kekeluargaan, dan tetap mengedepankan etika serta norma budaya lokal masyarakat Aceh.[]
