
Gayo Lues – Sesuai dengan Visi dan Misi Bupati-Wakil Bupati Gayo Lues, Pemkab akan mengembangkan 3.000 hektar lahan perkebunan untuk meningkatkan perekonomian rakyat.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Bappeda Gayo Lues, Muhaimini, S.T.,MEc.Dev saat memaparkan perihal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJM) Gayo Lues Tahun 2025-2029. Di Aula Setdakab Gayo Lues, Selasa (17/06/2025).

Dalam pemaparannya, Plt Bappeda meyampaikan beberapa program unggulan salah satunya ialah Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan (GERETEK), sesuai dengan fokus utama kepemimpinan Suhaidi-Maliki yaitu mengembangkan perkebunan.
“Tujuan program ini adalah membranding Gayo Lues sebagai Kabupaten Kopi dan Kakao, dengan fokus pengembangan luasan lahan dan produksi kopi dan kakao namun tetap memperhatikan komoditi yang lain,” Jelasnya.
Tambahnya, sasaran dari program tersebut ialah seluruh petani dan masyarakat yang berkomitmen dan memiliki lahan pertanian yang belum diolah.
“Mungkin target awal kita 5.000 hektar, nemun karena kondisi keuangan yang kita miliki sekarang. Maka kami, menurunkan target kita menjadi 3.000 hektar,” Ujarnya.

Lanjutnya, fokus wilayah untuk pengembangan kopi ialah Kecamatan Pantan Cuaca, Blang Jerango, Kuta Panjang, Blangkejeren, Blangpegayon dan Dabun Gelang. Sedangkan, fokus wilayah pengembangan kakao ialah Kecamatan Putri Betung, Pining, Terangun, Tripe Jaya dan Rikit Gaib.
“Pola dari program geretek ini ialah berbiaya rasional dan lebih diarahkan pada swakelola dan swakarsa dengan pemantauan, pendampingan oleh penyuluh dan evaluasi insentif berkala kemajuan program,” Tutupnya.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi,S.Pd.,MS.i menegaskan, SKPK untuk mengerjakan RPJM tersebut sesuai dengan kemampuan SKPK masing-masing.
“Kita tidak perlu nanti merevisi RPJM karena tidak bisa memenuhi target. Kita mengisi RPJM ini dengan target yang bisa kita penuhi, kalau nanti bisa kita penuhi dan melebihi target, tentu itu adalah prestasi kita,” Ujarnya.

Ia menambahkan, tugas telah dibagikan kepada SKPK sesuai dengan tugas dan pokok masing-masing. Karena SKPK merupakan perpanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menjalankan visi dan misi.
“Jika bukan kita yang memikirkan Gayo Lues ini, siapa lagi,” Tutupnya.[]