Pidie Jaya – Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ketahanan pangan, Babinsa Koramil 27/Jangka Buya Kodim 0102/Pidie, Serka M. Zanil, menghadiri rapat Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar di Desa KRS Meunasah Lueng, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, pada Selasa (12/08/2025).
Kegiatan musyawarah ini merupakan forum resmi desa yang membahas secara khusus rencana dan pelaksanaan program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025.
Musdesus ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat, menetapkan prioritas program, serta memastikan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Geuchik beserta perangkat Desa KRS Meunasah Lueng, para Tuha Peut (tokoh adat dan perwakilan masyarakat desa), pendamping desa dan kecamatan, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh dan warga desa.
Kehadiran Babinsa sebagai aparat teritorial TNI AD mencerminkan komitmen untuk selalu bersinergi dengan pemerintah desa dan elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Dalam sambutannya, Serka M. Zanil menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika harga kebutuhan pokok.
Ia menekankan pentingnya peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam secara berkelanjutan dan produktif.
“Melalui musyawarah ini, kita dapat bersama-sama merencanakan langkah strategis dalam pengelolaan ketahanan pangan desa, sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. TNI akan selalu mendukung upaya yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Selama rapat, dibahas berbagai program yang berpotensi dilaksanakan pada tahun ini, mulai dari peningkatan produksi pertanian, penguatan sektor peternakan, pemanfaatan lahan tidur, hingga pelatihan bagi kelompok tani. Semua usulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan desa serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
Musdesus berlangsung dalam suasana demokratis, penuh keterbukaan, dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Seluruh peserta menyampaikan pandangan dan masukan demi tercapainya program yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan terselenggaranya musyawarah ini, diharapkan Desa KRS Meunasah Lueng dapat memiliki program ketahanan pangan yang terencana dengan baik, melibatkan partisipasi aktif warga, serta menjadi contoh desa yang mandiri dan produktif di Kecamatan Jangka Buya.
Kegiatan berakhir dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa.[]
