LHOKSUKON – Teknologi pertanian presisi ala Jepang kini hadir di Aceh Utara, menghadirkan peluang baru di sektor pertanian sekaligus menjadi destinasi edukasi.
Miharu Farm, yang berlokasi di Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, resmi meluncurkan Agroeduwisata Petik Melon Premium berbasis full smart farming, Selasa (12/8/2025).
Konsep ini menjadi yang pertama di wilayah tersebut, memadukan pertanian modern dengan wisata dan pembelajaran interaktif.
Rombongan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Paya Bakong yang dipimpin Camat Paya Bakong Noval Andrian, M.AP., turut hadir meninjau lokasi.
Turut serta Kapolsek Paya Bakong Ipda Irvan, S.H., Danramil 21 Paya Bakong Kapten CKE Edi Wijaya, Sekcam Zulkifli, S.Sos., serta Bhabinkamtibmas Bripka Zulfaizil.
“Agroeduwisata ini bukan sekadar tempat memanen melon, tetapi juga laboratorium terbuka yang menunjukkan penerapan teknologi pertanian modern secara nyata,” ujar Camat Noval.
Pemilik Miharu Farm, Abdul Hamid, merupakan alumni program magang pertanian ke Jepang pada 2023. Ia memadukan pengalaman internasional dengan inovasi lokal untuk menghadirkan sistem smart farming yang terintegrasi, mulai dari irigasi tetes otomatis, pemantauan cahaya, hingga perawatan tanaman berbasis sensor digital.
Kapolsek Paya Bakong, Ipda Irvan, menjelaskan bahwa setiap tanaman dirawat dengan dedikasi tinggi untuk menghasilkan buah berkualitas premium.
“Untuk musim panen kali ini, tersedia dua varietas unggulan, yaitu Sweet Net dan Sweet Lavender, yang keduanya bebas residu pestisida berdasarkan hasil uji laboratorium terbaru,” jelasnya.
Program agroeduwisata ini terbuka untuk masyarakat umum mulai 9 hingga 13 Agustus 2025, pukul 09.00–17.00 WIB.
Selain memetik melon, pengunjung dapat menyaksikan langsung cara kerja sistem smart farming dan berdialog dengan tim Miharu Farm.
Camat Noval menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menekuni pertanian berbasis teknologi.
“Dengan inovasi, dukungan pemerintah, dan semangat anak muda, kita bisa membuktikan bahwa pertanian cerdas dapat tumbuh subur di tanah Aceh,” tutupnya.[]
