Bunda Guru Aceh Apresiasi Dedikasi Guru di Sekolah Terdampak Bencana Aceh Tamiang

Editor: Syarkawi author photo

 

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir selaku Bunda Guru Aceh, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, menyemangati para guru, siswa dan wali siswa SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, yang terjun langsung membersihkan material lumpur di sekolah yang berada di Desa Landuh Kecamatan Rantau, Minggu (11/1/2026).

Aceh Tamiang — Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir, yang juga Bunda Guru Aceh, mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap berjuang memulihkan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh Tamiang.

Apresiasi tersebut disampaikan Marlina—akrab disapa Kak Na—usai meninjau SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Minggu, 11 Januari 2026.

“Para guru tetap datang setiap hari ke sekolah untuk membersihkan ruang belajar agar proses pendidikan bisa segera berjalan kembali. Ini dedikasi yang luar biasa,” kata Kak Na.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan siswa, wali murid, serta relawan Buddha Tzu Chi yang turut membantu proses pembersihan sekolah. 

“Terima kasih kepada para relawan yang telah membantu Aceh dalam masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan para guru yang turut membersihkan sekolah juga merupakan korban bencana. 

Namun mereka tetap hadir dengan peralatan seadanya demi percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar.

“Pemerintah Aceh telah menurunkan alat berat dan relawan ASN untuk membantu pembersihan sekolah dan fasilitas umum sesuai arahan gubernur,” kata Murthalamuddin.

Selain SLB Negeri Pembina, Kak Na bersama jajaran Dinas Pendidikan Aceh juga meninjau SMA Negeri 1 Kejuruan Muda untuk melihat progres pembenahan sekolah tersebut.

Murthalamuddin menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memberikan insentif kepada guru dan tenaga pendidik di sekolah terdampak bencana. 

Insentif sebesar Rp2 juta per bulan akan diberikan selama tiga bulan, yakni Januari hingga Maret 2025, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah keterbatasan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini