Banda Aceh — Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Aceh mengerahkan 21 Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch VI untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di tujuh kabupaten di Aceh.
Ketujuh kabupaten sasaran tersebut meliputi Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Setiap tim EMT terdiri atas 10 personel lintas subkluster kesehatan, meliputi dokter, perawat, bidan, apoteker atau tenaga farmasi, psikolog, tenaga gizi, sanitasi lingkungan, promosi kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta kesehatan jiwa. Dengan demikian, total personel yang diterjunkan mencapai 210 orang.
Sebanyak 21 tim tersebut dibagi ke sejumlah wilayah dengan rincian Pidie Jaya dua tim, Aceh Utara empat tim, Aceh Timur tiga tim, Aceh Tamiang tiga tim, Bener Meriah tiga tim, Aceh Tengah empat tim, dan Gayo Lues dua tim.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh yang juga Ketua HEOC Dinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., mengatakan pengiriman EMT Batch VI difokuskan untuk menjangkau desa-desa sangat terpencil yang selama ini hanya sesekali memperoleh pelayanan kesehatan.
“Fokus penerima manfaat kali ini adalah desa-desa yang sangat terpencil dan selama ini hanya sesekali dikunjungi oleh tim relawan maupun EMT Dinas Kesehatan Aceh,” ujar Ferdiyus saat melepas tim EMT, Jumat (16/1/2026), di halaman Dinas Kesehatan Aceh.
Ia berharap kehadiran EMT Batch VI dapat meningkatkan frekuensi pelayanan kesehatan di wilayah sasaran. “Mudah-mudahan dengan pengiriman EMT Batch VI ini, frekuensi pelayanan kesehatan di daerah yang dilayani bisa lebih dari satu kali dalam seminggu,” katanya.
Selain melayani masyarakat di desa terpencil, EMT Terpadu Dinkes Aceh juga ditugaskan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian di tujuh kabupaten tersebut.
“Bagi masyarakat terdampak yang masih berada di pengungsian, diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal dari tim EMT Terpadu Dinkes Aceh,” jelas Ferdiyus.
Ia mengungkapkan, selama ini masyarakat kerap mengeluhkan keterbatasan obat-obatan dasar saat tim relawan berkunjung ke lokasi terdampak. “Sering disampaikan keluhan terkait ketiadaan obat-obatan dasar, seperti obat gatal, obat batuk, dan obat umum lainnya,” ungkapnya.
Melalui pengiriman EMT Batch VI ini, Dinas Kesehatan Aceh berharap ketersediaan layanan kesehatan dan obat-obatan dapat terpenuhi sekaligus memperkuat upaya pengendalian penyakit pascabencana, seperti ISPA, campak, diare, dan penyakit menular lainnya.[]
