Banda Aceh — Dinas Sosial Aceh menggelar dzikir dan doa bersama bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, di lingkungan Dinas Sosial Aceh sebagai bentuk ikhtiar batin sekaligus solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Dzikir dan doa bersama berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Ustadz H. Zul Arafah, Pimpinan Majelis Dzikir Arafah. Kegiatan ini diikuti oleh 246 pegawai Dinas Sosial Aceh, serta relawan sosial dan mitra kebencanaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan sosial dan spiritual dalam penanganan bencana.
“Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka batin dan beban psikologis bagi masyarakat. Melalui dzikir dan doa bersama ini, kami ingin menguatkan masyarakat terdampak secara rohani, sekaligus meneguhkan keikhlasan dan ketangguhan petugas dalam melayani,” ujar Chaidir.
Ia menegaskan, Dinas Sosial Aceh terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, baik melalui penyaluran bantuan logistik, layanan psikososial, maupun pendampingan sosial.
“Sesuai semangat Dinsos Hadir Melayani Aceh, kami tidak hanya bergerak dalam bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan spiritual agar masyarakat merasa tidak sendiri,” tambahnya.
Chaidir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi musibah.
“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan doa, insya Allah Aceh dan Sumatera dapat bangkit lebih kuat,” tuturnya.
Kegiatan dzikir dan doa bersama ini menjadi simbol empati dan kepedulian, sekaligus pengingat bahwa doa tetap menjadi bagian penting dalam setiap ikhtiar kemanusiaan untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT bagi seluruh masyarakat terdampak bencana.[]
