Aceh Tamiang — Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) Danantara di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak bencana.
Sebanyak 600 unit huntara mulai dibangun di kawasan tersebut. Proyek ini melibatkan tujuh BUMN Karya dengan sekitar 1.000 pekerja yang bekerja dalam tiga shift untuk mengejar target penyelesaian.
Pemerintah menargetkan hunian sementara itu dapat segera ditempati oleh para pengungsi.
Kawasan Huntara Danantara dirancang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain 120 unit toilet dan kamar mandi, 14 dapur umum, serta 14 musala.
Selain itu, disediakan area bermain anak, fasilitas listrik, dan akses Wi-Fi gratis untuk mendukung aktivitas warga dan kebutuhan belajar anak-anak selama berada di pengungsian.
Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. Isa Alima, mengapresiasi pembangunan hunian sementara tersebut.
Ia menilai penyediaan huntara dengan fasilitas memadai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap aspek kemanusiaan dalam penanganan bencana.
“Pembangunan hunian sementara yang layak ini patut diapresiasi karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Isa Alima.
Menurut dia, penyediaan fasilitas pendukung seperti akses internet juga penting agar aktivitas pendidikan anak-anak tetap berjalan meski berada di hunian sementara. Ia berharap pembangunan huntara di Aceh Tamiang dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadhan.
Isa Alima juga mendorong agar model hunian sementara dengan standar kelayakan serupa dapat diterapkan di daerah lain yang terdampak bencana.
“Dengan hunian yang layak, para pengungsi bisa menyambut Ramadhan dengan lebih tenang,” ujarnya.[]
