Takengon — Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa pipa air bersih kepada masyarakat Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (15/1/2025).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana banjir.
Distribusi pipa air bersih dilakukan dengan penuh semangat dan kerja sama di tengah medan yang cukup sulit. Logistik diangkut menggunakan kendaraan dinas Kodim 0106/Aceh Tengah dari Kota Takengon menuju hulu Sungai di Jembatan Kala Ili.
Selanjutnya, pipa diseberangkan secara manual oleh personel TNI bersama warga setempat sebelum diteruskan menggunakan angkutan masyarakat menuju Desa Kute Reje.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, mengatakan banjir yang melanda wilayah Aceh Tengah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya akses terhadap sumber air bersih.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pascabanjir, banyak warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dandim.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan pipa air bersih guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi keterbatasan air bersih di wilayah terdampak, khususnya Desa Kute Reje dan sekitarnya.
Dandim berharap pipa-pipa tersebut dapat segera dipasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat agar mampu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pemanfaatan bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kami berharap proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan warga, terutama pada masa pemulihan pascabencana alam.[]
